Lain-lain

Layanan SIM Tutup Sementara


PROBOLINGGO – Layanan pembuatan maupun perpanjangan SIM (Surat Izin Mengemudi) di seluruh Jawa Timur untuk sementara ditutup. Termasuk layanan SIM di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Penutupan sementara terhitung sejak Selasa (31/3) hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Probolinggo AKP Tavip Hariyanto mengatakan, langkah tersebut sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid 19. Dasarnya adalah STR Polda jatim Nomor :ST/585/III/YAN.1.1.1/2020 tanggal 20 Maret 2020.

“Penutupan dilakukan untuk menghindari kerumunan sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid 19. Tujuannya itu. Untuk menghindari penularan, sehingga jumlah penderita tidak bertambah,” ujarnya, Selasa (31/3).

Ketentuan tersebut berlaku untuk permohonan SIM baru ataupun perpanjangan. Baik SIM A, SIM B, SIM C, SIM D, maupun SIM berkategori umum. AKP Tavip mengatakan, warga yang SIM-nya mati atau batas waktunya telah berakhir, tidak perlu risau. Sebab SIM semacam itu dinyatakan tetap berlaku oleh Kepolisian. Ketentuan itu berlaku khusus pengendara yang SIM-nya mati per 17 Maret ke atas. Khusus SIM yang mati per 17 Maret ke atas, pemiliknya bisa langsung memperpanjang.

“Enggak masalah. SIM itu masih bisa dipakai. Petugas sudah tahu. Ini untuk SIM yang matinya tanggal 17 Maret. Tapi kalau batas waktunya berakhir pada 16 Maret 2020 ke bawah, SIM-nya tidak berlaku. Nanti kalau layanan sudah buka, ngurus lagi seperti SIM baru,” katanya.

Meski layanan SIM tutup, namun petugas dan karyawan Satpas tetap masuk seperti biasa. Karena masih ada karyawan, ada beberapa warga yang datang ke kantor Satpas di Jalan Brantas di Kelurahan/Kecamatan Kademangan itu. Mereka mengaku belum tahu jika layanan SIM untuk sementara tutup.

Sumarmi (47) adalah salah satu warga yang datang ke kantor Satpas. Warga Kelurahan/Kecamatan Kanigaran ini sempat dicegat petugas yang kemudian memberitahukan jika sejak kemarin sampai batas waktu yang belum ditentukan, layanan SIM tutup.

“Saya tidak tahu pak. Makanya saya ke sini untuk memperpanjang SIM. Kalau begitu saya balik saja sambil menunggu kabar kalau sudah buka,” ujarnya sebelum meninggalkan kantor Satpas.

Penutupan sementara layanan SIM juga dilakukan oleh Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Probolinggo. Penutupan itu efektif mulai berlaku sejak 31 Maret, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo membenarkan adanya penutupan Satpas tersebut. Dikatakannya, penutupan tersebut merupakan bentuk antisipasi pencegahan terhadap penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) yang kini tengah mewabah

“Penutupan layanan satpas ini serentak berlaku secara nasional. Jadi bukan hanya di Satpas Polres Probolinggo saja,” ungkapnya, Selasa (31/3) kemarin.

Dijelaskannya, dengan ditutupnya layanan Satpas tersebut, maka praktis seluruh aktifitas pembuatan ataupun perpanjangan SIM tidak bisa lagi dilakukan. Termasuk untuk layanan SIM keliling juga ditiadakan untuk sementara waktu.

“Sebagai kompensasinya, bagi warga yang SIM-nya kedaluarsa mulai 17 Maret atau selama masa penutupan, maka dapat memperpanjang SIM-nya setelah Satpas dibuka lagi,” jelasnya.

Ditambahkannya, bahwa selama masa penutupan ini, Satlantas Polres Probolinggo tidak akan melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas di jalan. Utamanya bagi pengendara yang SIM-nya mati.

“Meski ada dispensasi ini, namun bukan berarti pengendara bisa seenaknya melanggar aturan lalu lintas. Tetaplah santun dan tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (gus/tm/eem)


Bagikan Artikel