Lain-lain

Ditabrak Ninja dan Pikap, Penyeberang Jalan Tewas

PAJARAKAN – Seorang pria tanpa identitas menjadi korban kecelakaan maut di jalur pantura Desa Tanjung, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (29/12). Tak tanggung-tanggung, pria berusia senja ini ditabrak dua kendaraan secara beruntun. Akibatnya, si Mr X langsung tewas di tempat.

Dari informasi Koran Pantura, insiden berdarah itu terjadi sekitar pukul 14.00. Kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan sekaligus. Yakni Robi Kurniawan (24), warga Kelurahan Kedung Kandang, Kecamatan Blimbing, Kota Malang yang mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja warna merah nopol DK 2004 TF ke arah barat. Robi hendak pulang ke rumahnya di Malang karena mendapat jatah libur akhir tahun di tempat kerjanya di Kabupaten Banyuwangi.

Kendaraan berikutnya adalah sebuah mobil pikap nopol N 8704 NH yang melaju kencang dari arah berlawanan. Kendaraan roda empat ini dikemudikan oleh Wigianto (38), warga Desa Sukomerto, Kecamatan Pajarakan yang sedang dalam perjalanan pulang dari mengantar barang.

Kendaraan yang mengalami kontak pertama dengan Mr X adalah motor yang dikendarai Robi Kurniawan. Ketika Robi tiba di TKP (tempat kejadian perkara), Mr X menyeberang jalan dari utara ke selatan. Karena jaraknya terlalu dekat, Robi tak bisa menghindari tabrakan dengan Mr X.

“Pengendara dan motornya nyemplung ke sungai di sebelah utara jalan. Sementara korban terpental ke selatan jalan, lalu terjadi kontak dengan pikap melaju dari arah barat. Sesaat setelah terjadi tabrakan, korban langsung tewas di tempat,” terang Kanit Laka Lantas Ipda I Nyoman Harayasa.

Warga sekitar TKP dan pengendara yang melintas segera mengevakuasi Mr X. Jasadnya langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Sementara beberapa lainnya membantu evakuasi Robi dan motornya yang tercebur ke sungai.

Ipda Nyoman mengatakan, kecelakaan diduga terjadi karena kurangnya konsentrasi pengendara motor sport yang melaju dari arah timur. “Kendaraan melaju terlalu kencang. Akhirnya nggak nutut ngerem saat ada pejalan kaki menyeberang,” terangnya.

Pihaknya telah mengamankan motor dan pikap yang terlibat dalam kecelakaan. Demikian juga dengan kedua pengendaranya. Mereka dimintai keterangan terkait peristiwa yang mereka alami.

“Korban yang meninggal dunia identitasnya masih belum diketahui dan masih berada di kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Dari pakaiannya, korban bukan orang gila atau gelandangan. Kami tidak menemukan tanda pengenal apapun pada korban. Sampai saat ini kami masih mencari informasi terkait keluarganya,” kata Ipda Nyoman.

Muzayyin, seorang saksi yang dekat dengan TKP mengaku tidak melihat langsung terjadinya tabrakan. Ia hanya mendengar suara yang muncul akibat tabrakan itu. “Begitu ada suara, saya lihat kakek itu sudah terlentang di badan jalan. Sementara yang nabrak nyemplung ke sungai,” kata mahasiswa Inzah Kraksaan ini.

Pria asal Bondowoso ini mengatakan, pengendara motor mengalami patah tulang di kaki kirinya. Muzayyin mengetahui hal itu saat ia membantu evakuasi pengendara motor. “Dia tidak bisa menggerakkan kakinya,” kata Muzayyin. (yek/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan