Lain-lain

Menelusuri Kampung Dalang, Serba Swadaya Menjadi Kampung Daur Ulang


PROBOLINGGO – Lingkungan RW 5 Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Mayangan menjadi wakil Kota Probolinggo dalam lomba Kampung Berseri tingkat Jawa Timur. Selasa (17/3) ini kampung tersebut akan didatangi tim penilai. Lalu apa yang ditonjolkan di kampong ini?

WargaRT 2 dan RT 3 / RW 5  Kelurahan Kebonsari Kulon Kota Probolinggo pada Minggu (15/3) tampak sibuk. Mereka ramai mempersiapkan kampungnya yang akan didatangi tim juri lomba Kampung Berseri tingkat Jawa Timur. Sebagian besar warga memermak kampungnya agar tampak lebih cantik.

Wiwin (48), istri ketua RT 2, kemarin memotori warganya yang sebagian besar masih satu keluarga itu untuk mengecat gang dan paving pelataran. Selain itu, mereka menambahi pot atau vas bunga. Sebagian lagi ada yang menyiapkan konsumsi dan membuat pot bunga dari botol bekas minuman.

Wiwin menjelaskan, kampungnya ditunjuk mewakili Kota Probolinggo sebagai peserta lomba Kampung Berseri tingkat Jawa Timur. Itu karena kampungnya menjadi juara pertama kampung tematik yang digelar pemkot. “Bukan hanya RT kami. Gang sebelah RT 3 juga dilibatkan. Lingkungan RW 5,” tandasnya.

Sebenarnya, di balik keguyuban dan keceriaan warga memperindah dan mempercantik kampung, terbersit secuil rasa kecewa. “Tidak ada sumbangan atau bantuan dari siapapun. Termasuk dari kelurahan, kecamatan, bahkan pemkot,” tutur Wiwin.

Walau begitu, warga tetap bersemangat mempercantik kampungnya. Semua dilakukan secara swadaya. “Swadaya warga. Mulai dari awal sampai sekarang. Tetapi enggak masalah, kita tetap jalan,” imbuhnya. Meski tidak mempermasalahkan, warga berharap setidaknya ada bantuan dalam bentuk apapun.  

Dalam lomba ini, lanjut Wiwin, kampungnya menyajikan tema Kampung Dalang.  Menurutnya, tema ini tidak ada yang megawali. Tetapi kegiatan memanfaatkan barang bekas menjadi pot dan vas bunga, sudah mengalir begitu saja. Warga banyak yang menanam bunga atau tanaman lainnya di pot yang terbuat dari bahan bekas. “Nah dari situlah kemudian kampung kami diberi nama Kampung Dalang,” jelasnya.

Kata Dalang merupakan akronim dari Daur Ulang. Seluruh pot atau vas bunga terbuat dari barang bekas, seperti wadah cat kayu, besi, genteng dan cat tembok, Timba atau ember, botol dan gelas baik yang terbuat dari kaca maupun plastik. Bahkan pot berbahan batok kelapa juga ada. Barang bekas itu dicat warna-warni dan dilukis sedemikian rupa hingga menjadi lebih menarik.

Bagi yang belum tahu dan berkunjung, Wiwin memastikan kalau Kampung Dalang itu dikira kampung tempatnya para dalang wayang. Namun setelah tahu, mereka akan kaget karena yang dilihat adalah sebuah perkampungan penuh tanaman yang sarana dan prasarananya terbuat dari daur ulang atau barang bekas. “Di sini tidak ada dalang. Kebetulan saja kampungnya bernama dalang, ya daur ulang,” tambahnya.

Bu RT ini berharap agar jerih payah warganya menuai hasil dengan memenangkan lomba Kampung Berseri tingkat provinsi. Jika keinginanya terwujud, maka kampungnya akan mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional.

“Harapan kami dan warga seperti itu. Mudah-mudahan tercapai. Bukan soal penghargaannya, yang lebih penting kampung kami menjadi inspirasi bagi kampung lain. Terutama di wilayah Kota Probolinggo,” tutur Wiwin. (gus/iwy)


Bagikan Artikel