Lain-lain

BMKG Imbau Warga Waspadai Potensi Gempa


KRAKSAAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi gempa. Imbauan ini berlaku bagi masyarakat Jawa Timur, termasuk Probolinggo. Hal itu menyusul adanya gempa bermagnitudo 5,0 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, Kamis (12/3). Gempa  Pacitan terjadi pukul 15.03 WIB, dengan lokasi 8.99 LS,110.60 BT (106 km barat daya Pacitan-Jatim).

Menurut Kepala BMKG Juanda Surabaya Teguh Tri Susanto, Jatim memang dilalui oleh patahan aktif. Bahkan potensi gempa berkekuatan magnitudo 8,5 telah diketahui sejak 1970-an lalu. “Megathrust Jatim kekuatan tertinggi berupa Patahan Kendeng yang melewati Wilayah Surabaya serta beberapa lintasan patahan pendek di sekitar Surabaya dan Tuban,” terangnya saat dihubungi via telepon.

Maka, sudah sepatutnya warga Jatim, termasuk Probolinggo waspada dan melakukan antisipasi. Salah satu caranya yakni menyediakan meja yang kokoh di setiap kamar untuk berlindung saat keadaan gempa. “Jadi, itu salah satu cara, berlindung di bawah meja dan di bawah dipan tempat tidur untuk menghindari reruntuhan material rumah saat gempa,” papar Teguh.

Sepanjang Februari, Jawa Timur diguncang 69 gempa. Mayoritas gempa dangkal kedalaman kurang dari 60 km dengan kekuatan Magnitudo 3 hingga 5 SR. Dari kejadian gempa bumi tersebut, terdapat dua kali gempa bumi yang dirasakan dan satu kali swarm (gempa kaitan dengan gunung berapi) di wilayah Jawa Timur.

“Salah satu gempa bumi yang dirasakan itu, pertama terjadi pada 6 Februari pukul 01.12 WIB dengan kekuatan M 6,3 SR dan kedalaman 636 km. Berlokasi di 69 km Timur Laut Bangkalan,” ujar Teguh.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, gempa swarm yang terjadi di Kediri hanya satu yang dirasakan. Yaitu pada 14 Februari 2020. Wilayah Kabupaten Probolinggo sendiri pernah terdampak gempa pada Oktober 2018 lalu, padahal pusat gempa ada di Kabupaten Situbondo. Dilaporkan satu masjid, sebuah rumah, dan bangunan pondok pesantren di Kecamatan Krucil rusak. Kerusakan terparah pada bangunan masjid sehingga perlu dibangun ulang.

Pada awal 2020, aktivitas Gunung Bromo dinyatakan berstatus waspada. Saat itu, pos PVMBG Gunung Bromo mencatat sempat terjadi 20 kali gempa vulkanik selama Januari 2019. (ra/eem)


Bagikan Artikel