Lain-lain

BPS Sebut Harga Sembako Tinggi Jadi Penyebab Tingginya Kemiskinan


PROBOLINGGO – BPS Kabupaten Probolinggo menanggapi pernyataan Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari yang menyebut BPS menggunakan data lama terkait angka kemiskinan. Nah, Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Bagus Sunggono menyarankan agar Pemkab Probolinggo lebih fokus pada pengendalian harga bahan pokok di pasaran.

Dijelaskan Bagus, tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Probolinggo yang mencapai 17,76 persen, disebabkan tingginya harga sembilan bahan pokok (sembako) di pasaran. Utamanya pada harga beras yang tingkat konsumsinya berada diatas rata-rata konsumsi warga Jawa Timur.

“Garis kemiskinan Kabupaten Probolinggo tahun 2019 tercatat sebesar Rp 417 ribu berdasarkan Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019. Karena itu kami memberikan nasihat pada Pemkab probolinggo untuk memantau harga. Terutama harga kebutuhan pokok. Khususnya beras,” jelasnya, Rabu (26/2).

Menurut Bagus, selain memantau harga sembako, BPS juga memberi saran agar pemkab mengeluarkan imbauan kepada masyarakat mengurangi konsumsi beras. Caranya, warga diajak melakukan substitusi makanan. Jika biasanya warga biasa mengonsumsi 2 kilogram beras, maka yang 1 kilogram bisa disubstitusi dengan jagung yang juga mengandung karbohidrat. “Tapi faktanya, warga Kabupaten Probolinggo tetap mengonsumsi beras sebanyak 2 kilogram, plus 1 kilogram jagung. Jadinya 3 kilogram,” ujarnya.

Berikutnya, tingginya konsumsi rokok dan tembakau di Kabupaten Probolinggo, menurut Bagus turut andil terhadap tingginya angka garis kemiskinan di kabupaten Probolinggo. Karenanya, pemkab juga disarankan menekan konsumsi ini.

“Kondisi yang demikian ini pada akhirnya menyebabkan kesenjangan tingkat konsumsi yang cukup tinggi antarwilayah di Kabupaten Probolinggo. Misalnya wilayah Paiton dan Kraksaan, tingkat konsumsinya cukup tinggi. Berbeda dengan wilayah Tiris, Krucil, ataupun Krejengan yang lebih kecil tingkat konsumsinya,” katanya.

Diketahui sebelumnya, BPS Provinsi Jawa Timur menetapkan hasil statistik data kemiskinan kabupaten/kota se-Jawa Timur. Dari hasil data akhir 2019, Kabupaten Probolinggo masih masuk daerah termiskin keempat se-Jawa Timur. Urutan predikat ini sama dengan hasil pendataan di tahun sebelumnya. (tm/iwy)

 

 


Bagikan Artikel