Lain-lain

Hati-Hati ! Ada Plat Besi Menganga di JLU Kota Probolinggo


PROBOLINGGO – Pengendara yang melintasi Jalur Lingkar Utara (JLU) Kota Probolinggo, hendaknya ekstra hati-hati. Sebab, pada jembatan kembar di JLU yang masuk Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, ada plat besi menganga lantaran bautnya lepas.

Tidak sedikit kendaraan, terutama kendaraan berat, yang rodanya bocor terkena plat menganga tersebut. Bu Badri (50), seorang pedagang rujak dan minuman di barat jembatan kembar tersebut mengatakan, sudah ada beberapa kendaraan besar yang rodanya meledak saat melintasi plat menganga di jembatan tersebut.  “Jumlahnya? Ya nggak ngitung. Pokoknya banyak,” ujarnya, Minggu (16/2).

Kendaraan yang bannya sampai meledak dan bocor kena plat itu umumnya melaju dengan kecepatan tinggi, meskipun jembatan kembar itu menikung. Dan kejadian terbanyak di malam hari. “Mestinya ada rambu peringatan. Terutama malam. Di sini kan gelap kalau malam,” kata perempuan yang tinggal di Blok Joboan, Kelurahan Mangunharjo itu.

Menurutnya, plat besi dipasang di jembatan kembar tersebut dua hari lalu. Sedangkan jembatan bolong sudah terjadi seminggu lalu. Jika tidak ditutup, kendaraan yang melintas diatas jembatan bisa terperosok. “Kalau ditutup plat seperti itu, ya aman dah,” katanya.

Bu Badri berharap, pihak berwenang segera memperbaiki baut yang keluar dan menonjol itu. “Kalau bautnya kena ban, bisa meledak. Kalau pengendaranya tidak tenang, kendaraannya bisa terguling,” katanya.

Sementara, Taufik Andriadi selaku Penilik Jalan Balai 8 Nasional mengaku sudah mendengar kalau ada kendaraan bocor saat lewat di atas jembatan JLU yang diatasnya dipasangi plat. Pihaknya dalam waktu dekat akan membenahi baut yang lepas. “Kami akan perbaiki secepatnya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memasang rambu peringatan dan meminta lampu penerangan. Sebab, di jembatan JLU itu tidak ada penerangan lampu sama sekali dan gelap kalau malam. Taufik mengaku memasang plat tersebut pukul 02.00 dini hari, menunggu kendaraan sepi. Sedang untuk melekatkan plat ke jalan aspal, baut yang digunakan ialah baut cor.

Ia menyebut jembatan kembar itu bukan jembatan, melainkan hanya gorong-gorong.  Panjangnya kurang dari 2 meter. Sebagai pengawas jalan, Taufik berharap pemerintah segera memperbaiki gorong-gorong yang bolong tersebut. “Saya lihat, lantai gorong-gorongnya sudah keropos. Memang harus segera diperbaiki,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel