Lain-lain

Buntut Krisis Air PDAM di Kota, Akhirnya Minta Bantuan Kementerian


PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo kelimpungan menghadapi krisis air bersih di daerahnya setelah pipa PDAM bocor. Setelah curhat ke Pemprov Jawa Timur, Pemkot Probolinggo akhirnya minta bantuan kepada Kementerian PUPR.

Intinya, Pemkot Probolinggo minta bantuan agar masalah kerusakan pipa utama PDAM Kota Pobolinggo yang berukuran 18 dim segera teratasi. Sebab, kebocoran pipa peninggalan zaman kolonial Belanda  itu berlangsung hampir sepekan, dan telah berdampak pada krisis air bersih di kota. 

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantuar, proposal yang ditujukan ke Gubernur Jatim dan Kementerian PUPR telah dibawa Asisten Perekonomian dan Pembangunan Amin Fredy, bersama perwakilan PDAM. Rombongan itu berangkat ke Surabaya pada Selasa (11/2), dan Rabu (12/2) pagi langsung terbang ke Jakarta.

Saat dihubungi, Amin Fredy membenarkan soal permohonan bantuan tersebut. Namun menurutnya, Pemkot Probolinggo tidak meminta bantuan dana. Pemkot minta bantuan sarana dan prasarana penunjang bagi PDAM. “Pemkot minta bantuan truk tangki untuk PDAM kepada Gubernur Jatim,” ujar Amin lewat sambungan telepon, kemarin siang.

Selain itu, menurut Amin, pemkot juga mengajukan revitalisasi pipa induk yang sudah berusia puluhan tahun tersebut. Terutama, pipa berukuran 18 dim dan 8 dim yang kini rusak. Pipa utama yang dipasang tahun 1928 dan 1978 itu berada tak jauh dari mata air Ronggojalu, di Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo.

Pipa tuangan atau coran itu mengalirkan air dari Ronggojalu ke menara air di perempatan Randupangger, Kelurahan Sukoharjo, dan tempat penampungan air di Kelurahan/Kecamatan Wonosaih. Dari mata air Ronggojalu ke kedua tempat itu jaraknya sekitar 15 kilometer.

Menurut Amin, permohonan itu merupakan salah satu ikhtiar dan harus dilakukan. Sebab, ketersediaan air bersih merupakan kewajiban dan program nasional. Selain droping air bersih ke pelanggan dan masyarakat, dalam situasi dan kondisi seperti ini pemkot juga berkewajiban menyediakan sarana dan prasarana penunjang ketersediaan air bersih.

Karenanya, pemkot berkeinginan memperbaiki saluran dan distribusi air bersih ke pelanggan. Dijelaskan Amin, saat berkunjung ke Pemprov Jatim, Pemkot Probolinggo diminta segera membuat DED (Detail Engineering Design) jika hendak merevitalisasi pipa PDAM. Saran tersebut nantinya akan disampaikan ke walikota. “Kan untuk membuat DED anggarannya disiapkan dulu,” jelasnya.

Hal serupa terjadi saat mengunjungi Kementerian PUPR. Pemkot Probolinggo juga disarankan membuat DED. Namun, pihak kementerian mengupayakan tahun ini. “Setelah kami jelaskan, Kementrian akhirnya sanggup mengupayakan tahun ini,” tambah Amin.   

Menurut Amin, sebelum ke Kementerian PUPR, rombongannya singgah dulu di Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jatim, yang menangani dana APBN soal permukiman, termasuk air minum. Dari balai prasarana, Amin dan rombongannya baru ke Dinas PU Sumberdaya Air Provinsi Jatim, dan dilanjutkan ke kantor gubernur.

Sedangkan saat di Kementerian PUPR pada Rabu pagi, Amin ditemui staf Direktur Air Minum pada Dirjen Ciptakarya dan Kasi SPAM wilayah II yang membawahi Pulau Jawa. “Sore ini pulang. Kami masih mampir dulu di BPBD Provinsi, meminjam tandon air. Apa yang kami lakukan ini untuk mengatasi krisis air bersih,” ujar Amin. (gus/iwy) 

 

.


Bagikan Artikel