Lain-lain

Peringati HPN, Jurnalis Probolinggo Upacara Bendera dan Musikalisasi Puisi


PROBOLINGGO – Setiap 9 Februari diperingati sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Nah, memperingati HPN tahun ini, para jurnalis Probolinggo pada Senin (10/2) menggelar kegiatan apik, yaitu upacara bendera yang dilangsungkan di halaman Museum Probolinggo di Jl Suroyo, Kota Probolinggo.

Hari Pers Nasional biasa diperingati dengan berbagai kegiatan. Di Probolinggo, para jurnalis yang biasa bertugas di Kota dan Kabupaten Probolinggo Senin (10/2) melakukan peringatan HPN dengan menggelar upacara bendera.

Baru kali ini wartawan Probolinggo melakukan upacara bendera. Tetapi, kegiatan itu kemarin berlangsung sukses. Upacara digeber sekitar pukul 09.00, bertempat di halaman Museum Probolinggo di Jalan Suroyo Kota Probolinggo. Seluruh petugas upacara adalah para jurnalis media cetak, elektronik dan online yang sehari-harinya melakukan tugas peliputan  di wilayah Probolinggo Raya.

Perwira upacara Irfan (Indosiar), komandan upacara M. Hisbullah Huda (Memorandum), Ajudan Saifullah (Rmol.com). Pengibar bendera adalah Risky Putra Dinasti (Radar Bromo), Muhammad Ali Gufron (Liputan6.com), Muhammad Angga (tadatodays). Pembawa acara Yuli Anisah (Radio Suara Kota-Diskominfo).

Sedangkan inspektur upacara adalah Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya. Pembaca teks pembukaan UUD 1945 Rhomadona (Protv), Pembaca Kode Etik Jurnalistik Rahmad Soleh (nusadaily) dan pembaca doa oleh Ikhsan Mahmudi (ngopibareng.id).

Upacara itu juga dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Walikota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Dandim 0820 Letkol Inf. Imam Wibowo, Ketua DPRD Abdul Mujib, perwakilan Kejari dan Ketua MUI KH Nizar Irsyad.

Kapolresta Ambariyadi mengapresiasi upacara yang digelar dan diprakarsai para jurnalis tersebut. Sebab, selama AKBP Ambariyadi mengabdi di kepolisian, menurutnya baru kali ini ada peringatan HPN dengan cara upacara bendera. “Kami bangga gelaran acara ini. Tapi jangan lupa, dalam mencari dan menulis berita, kode etik jurnalistik yang di baca saat upacara juga harus diaplikasikan di lapangan,” pesannya.

Ditambahkan, dalam membangun tatanan kehidupan yang aman berkemajuan, peran pers dibutuhkan. Karenanya, pers tidak hanya bertanggungjawab terhadap berita yang ditulis, tetapi juga harus menangkal berita hoax. “Berita yang berimbang dan tidak menyudutkan, harapan kami dan seluruh masyarakat,” tambahnya.

Upacara ditutup dengan penampilan musikalisasi puisi jurnalis yang dibacakan Ridhowati Saputri (Radar Bromo) dan Amelia Subandi (Protv). Puisi yang dibacakan dua wartawati secara bergantian tersebut  memotret profesi jurnalis dari berbagai sudut pandang. Mulai jurnalis asal-asalan yangmerendahkan profesinya hingga jurnalis professional berintektual.

Usai upacara, acara dilanjutkan pemotongan tumpeng dan penyerahan kue tart oleh Walikota Hadi kepada perwakilan wartawan bertempat di basecamp jurnalis di sisi selatan Museum Probolinggo. Pada kesempatan itu, Walikota Hadi berharap agar para jurnalis menyajikan berita mengedukasi agar masyarakat menjadi pintar. “Mari bangun kota ini bersama-sama. Saling bersinergi,” harapnya.

Walikota mengaku tidak menyangka kalau wartawan bisa upacara. Sebab, selama ini hanya meliput jika ada kegiatan, termasuk saat pemkot dan institusi samping menggelar upacara dalam rangka momen apapun. Karenanya, Walikota meminta wartawan di acara hari jadi Kota Probolinggo ikut sebagai peserta upacara. “Jika perlu, menjadi komandan upacaranya,” katanya.

Selanjutnya, rangkaian peringatan HPN 2020 masih akan berlanjut. Wartawan tidak hanya menggelar upacara dan potong tumpeng. Pada 17 Februari mendatang, ada penanaman pohon anggur dan pemberian santunan. Lalu pada 20 Februari nanti akan digelar camping bersama Forkopimda dan ditutup masak bersama di Pantai Permata Pilang. (gus/iwy)

 


Bagikan Artikel