Lain-lain

11 Mahasiswa Probolinggo di China Tak Terjangkit Virus Corona


PROBOLINGGO – Ada 244 WNI (Warga Negara Indonesia) dan mahasiswa Indonesia yang berada di Provinsi Hubei, China. Sejumlah 11 di antaranya adalah mahasiswa yang berasal dari Probolinggo. Para mahasiswa tersebut dikabarkan dalam kondisi sehat.

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok menyatakan, hampir semua mahasiswa yang berada di China dalam kondisi sehat. Dari data yang ada, ada 11 mahasiswa dari Probolinggo yang mengenyam pendidikan di China. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Hal itu dilakukan karena mewabahnya virus Corona. Pada 31 Januari mendatang, Pemerintah China menutup akses keluar masuk di 14 provinsi di China.

Dalam rilis yang diterima Koran Pantura, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan menyatakan, mereka dalam keadaan sehat dan tidak ada yang terjangkit virus. Para mahasiswa tersebut tersebar di Wuhan, Xianning, Huangshi, Jingzhou, Xianyang, dan Enshi.

“Tidak ada yang terjangkit virus Corona, serta dalam pantauan kampus dan ketua ranting masing-masing,” terang rilis PPIT Wuhan yang ditanda tangani Ketua PPIT Wuhan Nur Musyafak dan Sekretaris Rifqa Gusmida S.B.

Kepastian itu diperoleh setelah PPIT Wuhan melalui pengurus ranting yang ada di setiap kampus, menjalin komunikasi dengan seluruh mahasiswa dan WNI. PPIT Wuhan dan seluruh perwakilan Ranting di Provinsi Hubei selalu berkoordinasi secara aktif dengan KBRI Beijing, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia, Direktorat Perlindungan WNI, dan BHI melalui group wechat untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi.

PPIT Wuhan dan KBRI Beijing terus berupaya untuk memenuhi persedian logistik bagi rekan-rekan WNI yang berada di Wuhan dan sekitarnya. Langkah nyata dan tercepat dari KBRI saat ini adalah mengirimkan pendanaan melalui Wechat Pay ke akun ketua ranting masing-masing.

PPIT Wuhan, ketua ranting dan KBRI juga telah melakukan rapat koordinasi Senin (27/1) lalu untuk membahas perkembangan evakuasi. “PPIT Wuhan menghimbau masyarakat Indonesia tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak akurat, dan diharapkan lebih bijak menerima dan menyebarkan informasi mengenai keadaan mahasiswa di Wuhan,” terang PPIT dalam rilis tersebut. (rul/eem)


Bagikan Artikel