Lain-lain

Harga Cabai Tembus Rp 66 Ribu


KRAKSAAN – Harga jual cabai rawit merah di tingkat petani Kabupaten Probolinggo saat ini meroket. Tiga hari terakhir, harganya di atas Rp 60 ribu. Bahkan, pada Rabu (22/1), harga cabai yang biasa disebut Sret ini tembus Rp 66 ribu per kilogram.

Muhammad Gufron, salah seorang petani cabai mengatakan, harga jual cabai di tingkat petani 3 hari lalu Rp 63 ribu per kilogram. Kemudian harga itu naik pada 2 hari lalu menjadi Rp 65 ribu per kilogram. “Hari ini (kemarin,red) harganya sudah Rp 66 ribu per kilogram,” ungkapnya, Rabu (22/1).

Warga Dusun Krajan 1, Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan ini menerangkan, kenaikan harga itu terjadi sejak memasuki Januari 2020 ini. Pada Desember 2019 lalu, harga cabai masih di kisaran Rp 25 ribu per kilogram.

“Terus masuk Januari itu langsung naik jadi Rp 30 ribu, Rp 35 ribu, Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu di pertengahan bulan ini. Sampai sekarang udah tembus Rp 66 ribu. Semoga saja harganya terus naik,” ucap pria 49 tahun ini.

Menurutnya, kenaikan harga jual cabai tingkat petani ini akibat persediaan cabai di pasar yang lebih sedikit dibandingkan jumlah permintaan. Ghafur mensinyalir kondisi itu akibat cuaca ekstrem sebulan ini.

“Ini kan sering hujan. Sedangkan cabai itu kena genangan air saja sudah rusak. Jadi pertanian cabai yang selamat dan bisa panen ini dikit. Itu yang membuat harganya mahal,” bebernya.

Para tengkulak pun tidak berani menawarkan harga beli terlalu pagi. Biasanya, ia baru menerima tawaran harga di atas pukul 10.00. Walaupun pihaknya sudah menuntaskan panen cabai beberapa jam sebelumnya. “Itu artinya kondisi pasar sangat berpengaruh pada penetapan harga sekarang ini,” paparnya.

Harga jual ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Januari 2019 lalu, harga jual cabai petani justru anjlok di bawah biaya produksi. “Januari tahun lalu harganya hanya Rp 5.500 – Rp 17 ribu per kilogram. Saat itu cuaca gak terlalu ekstrem dan banyak petani yang tanam berhasil,” ucapnya.

Ghafur memiliki lahan pertanian cabai seluas 1 hektar di mana ia memanennya setiap pekan. Hasil produksi panen pekan lalu sekitar 60-80 kilogram. Sedangkan saat ini sudah memasuki masa puncak atau panen raya. “Sekarang panen sampai 210 kilogram per panen,” sebutnya.

Ia menambahkan, masa panen cabai berlangsung sekitar 4 bulan. Ia mulai panen perdana pada November 2019 dan diperkirakan masa panen selesai pada Februari mendatang.

“Kami berharap harga tinggi ini tetap berjalan sampai akhir masa panen nanti. Dengan harga ini, petani untung karena harganya lebih tinggi dari biaya produksi yang dikeluarkan,” tuturnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel