Lain-lain

Kentang Rusak, Petani Probolinggo Rugi Miliaran

SUMBER – Petani kentang di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo mengeluh. Sebab, tanaman kentangnya rusak oleh guyuran hujan dengan intensitas tinggi. Kerugian para petani ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Edi Piter, salah satu petani kentang asal Desa Ledokombo mengatakan, rusaknya tanaman kentang hampir menimpa seluruh tanaman kentang yang ada di desanya. “Salah satu penyebabnya karena hujan terus menerus. Karena kondisi seperti itu, daunnya rusak sampai kentangnya habis,” jelas Edi (16/1).

Berbagai upaya terus dilakukan Edi dan petani lain demi mencegah kerusakan. Tetapi hasilnya tak memuaskan, hingga tanaman kentang mereka akhirnya mati. “Kebanyakan hujan, ya begini jadinya. Kami sendiri juga tak bisa berbuat banyak,” ujarnya.

Edi mengatakan, petani merugi sekitar Rp 50 juta setiap luasan satu hektar. “Ya itu untuk biaya bibit, pupuk dan biaya perawatan lainnya,” jelasnya.

Sedangkan Sudir, petani asal Desa Wonokerso, mengaku mengalami hal yang sama.  Tanaman kentangnya mengalami gagal panen. Padahal, rata rata di kawasan tempat tinggalnya umur tanaman kentang sudah 50-60 hari atau kurang sebulan lagi siap dipanen. “Rata-rata kentang berumur 50 -60 hari,” terangnya.

Sudir menjelaskan, sebelum tanaman kentangnya rusak, ada perubahan. Terdapat bercak hitam di daun, kemudian lamban laun daun membusuk. Dan itu berlangsung sampai tanaman kentang habis. “Ini terjadi hampir di seluruh desa di Kecamatan Sumber,” katanya.

Ia mengaku merugi lebih dari Rp 50 juta. Biaya itu yang pasti untuk pembelian bibit tanaman kentang, hingga perawatan dan operasional lainnya. Di Kecamatan Sumber, luasan tanaman kentang mencapai ratusan hektar lahan yang tersebar di berbagai desa. Karenanya, kerugian oleh gagal panen kentang ini ditaksir mencapai miliaran rupiah. (rul/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan