Lain-lain

Alokasi Pupuk Bersubsidi Probolinggo Terpangkas Separo


PROBOLINGGO – Alokasi pupuk bersubsidi untuk kabupaten Probolinggo tahun 2020 terpangkas 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kuota tahun 2019 lalu berjumlah 83.407 ton, sementara tahun ini kuota pupuk yang diterima hanya sejumlah 40.877 ton.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Bambang Suprayitno.

Kuota itu berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Nomor 521.1/138/110.2/2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2020 tanggal 8 Januari 2020. “Alokasi 5 jenis pupuk tahun ini yakni pupuk Urea 22.400 ton, ZA 7.351 ton, SP36 1.763 ton, NPK 8.524 ton dan organik 839 ton,” ungkapnya, Minggu (12/1) kemarin.

Dilanjutkannya, jika dibandingkan dengan tahun 2019, ada pengurangan alokasi sekitar 50 persen. Dimana tahun 2019, Kabupaten Probolinggo mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi sebanyak 83.407 ton dengan rinciannya Urea 44.116 ton, ZA 18.825 ton, SP36 3.907 ton, NPK 11.497 ton dan organik 5.062 ton. “Pengurangan alokasi pupuk bersubsidi ini berlaku secara Nasional. Jadi bukan hanya Kabupaten Probolinggo saja yang alokasinya dikurangi,” ujarnya.

Dengan adanya pengurangan alokasi pupuk bersubsidi tersebut, jelas Bambang, pihaknya akan melakukan realokasi jatah pupuk bersubsidi di 24 kecamatan di kabupaten Probolinggo. Realokasi tersebut disesuaikan dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang didasarkan pada Keputusan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Probolinggo Nomor 521.3/08/426.119/2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian di Kabupaten Probolinggo tanggal 10 Januari 2020.

“Nantinya alokasinya dikurangi berapa persen dari jatah Provinsi Jawa Timur. Pengurangan alokasi kecamatan berdasarkan pengurangan dari Provinsi Jawa Timur. Kalau dalam perjalanan ada kecamatan yang kekurangan, maka akan dilakukan realokasi antar kecamatan,” jelasnya.

Selain itu, kata Bambang, pihaknya pada Mei mendatang akan mengajukan realokasi pupuk bersubsidi kepada pemerintah provinsi Jawa Timur. Itu pun kalau penyerapan pupuk bersubsidi tahun ini sudah mencapai 75 persen.

“Kami mengharapkan petani selalu menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar. Perbanyak menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar. Toh, kebetulan ada pupuk organik gratis yang kami siapkan sebagai pupuk penyangga gratis bagi petani,” tuturnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel