Lain-lain

10 Ribu Warga Probolinggo Alami Kebutaan


KRAKSAAN – Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Probolinggo menyebut ada sekitar 10 ribu warga kabupaten Probolinggo mengalami kebutaan mata. Penyakit kebutaan itu didominasi oleh katarak atau keburaman pada lensa mata.

“Ada sekitar 10 ribu warga yang mengalami kebutaan. Baik kebutaan secara permanen maupun gangguan penglihatan. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya genetik atau penyakit turunan dan kecelakaan,” ujar Ketua Pertuni Probolinggo Arizky Perdana Kusuma, kemarin.

Lanjutnya, jumlah angka kebutaan itu didapatkan dari hasil survei yang dilakukannya bersama Yayasan Paramitra Jawa Timur dan Pemkab Probolinggo. Hanya saja, angka itu bisa berubah-ubah. Bisa bertambah atau mungkin bisa menurun. Mengingat, pola gaya hidup warga saat ini yang kurang baik.

“Banyak rekan-rekan yang menghiraukan kesehatan matanya. Semisal menonton televisi dan smartphone berjam-jam. Hal itu tentu akan mempengaruhi kesehatan retina mata,” kata pria yang mengalami Glaukoma sejak duduk di kelas IV SD itu.

Rizky menyampaikan, secara umum ada 5 hal yang menyebabkan kebutaan. Pertama adalah Katarak, yaitu keburaman (opacity) pada lensa mata. Dalam pengobatan katarak, lensa di dalam mata diambil dan diganti dengan lensa buatan yang jernih.

Kedua Glaukoma, yang terjadi ketika tekanan cairan di dalam salah satu atau kedua mata meningkat secara perlahan. Tekanan ini merusak saraf optik dan retina, yang menyebabkan penurunan penglihatan tepi secara bertahap.

Ketiga adalah Degenerasi makula yang disebabkan penuaan. Degenerasi makula dapat menyebabkan hilangnya pusat penglihatan akibat ketiadaan fotoreseptor (sel sensor cahaya). Ada juga Retinopati diabetik, yaitu kerusakan sistemik yang disebabkan oleh diabetes mulai mempengaruhi retina. “Kelima adalah Retinitis pigmentosa (RP), merupakan suatu penyebab kebutaan yang diwariskan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pegiat Yayasan Paramitra Jawa Timur Muhammad Fadholi membenarkan Arisky. Pihaknya juga melakukan kerjasama dengan instansi pemerintah dan beberapa komunitas kesehatan untuk mengentaskan dan mencegah adanya penyakit mata tersebut. “Sejauh ini dari pantauan kami, masih banyak warga yang kurang memperhatikan kesehatan matanya,” ucapnya. (yek/awi)


Bagikan Artikel