Lain-lain

Muskerwil I PWNU Jatim, Launching Koin Muktamar


PAITON – Dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) yang pertamanya yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ (PWNU) Jawa Timur juga melaunching program koin muktamar. Hal itu demi menciptakan masyarakat nahdliyin yang mandiri dalam hal ekonomi.Wakil Ketua Tanfidziyah PWNU setempat KH Abdus Salam Shohib mengatakan, pada muktamar-muktamar sebelumnya, Pembiayaan kegiatan biasanya ditanggung oleh tuan rumah, panitia dan PBNU. Oleh sebab itu, pada muktamar yang rencananya akan digelar pada Oktober tahun depan, PWNU setempat menargetkan Rp 10 miliar untuk disumbangkan dalam forum tertinggi PBNU tersebut.“Kemandirian ekonomi memang stressing kami pada Muskerwil kali ini. Jadi muktamar itu nanti pembiayaannya dari warga untuk warga,” katanya, Sabtu (30/11).Ia meyakini, angka Rp 10 miliar tersebut akan mampu dicapai. Bahkan angka tersebut merupakan angka yang minimal dari target PWNU setempat. Pasalnya, di Jatim ada sekitar 60 warga yang sudah pernah mengikuti jenjang kaderisasi NU. Dari angka tersebut, ia menargetkan 1 orang untuk menyimbang Rp 10 ribu perbulannya.“Kami mulainya dari Desember 2019 – September 2020 tahun depan, jadi 10 bulan. Kalau Rp 10 ribu dikali 10 bulan dikali 60 warga NU yang 60 ribu itu, maka yang akan terkumpul Rp 6 miliar,” katanya. Sedangkan, menurut data yang dimiliki oleh PWNU setempat dari survei pelaksanaan pemilu dan pemilukada, total warga NU adalah 70 persen lebih dari total penduduk yang berada di provinsi paling timur pulau jawa ini. Hal itu akan dimanfaatkannya untuk menambal kekurangan target Rp 4 miliar yang akan disumbangkan untuk muktamar 2020 nanti.”Dari 30 juta warga Jawa Timur ini yang NU sekitar 20 juta. Jadi yang 60 ribu ini hanya nol koma sekian persen. Maka kalau dari kader kami bisa mengharapkan Rp 6 miliar, maka dari non kader yang 20 juta itu, 4 miliar itu angka yang sedikit,” katanya.Sementara itu, PWNU menunjuk Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh NU (Laziznu) sebagai titik sentral pengumpulan koin tersebut.“Rp 10 miliar itu target minimal kami. Nanti leading sector ada di Laziznu,” jelasnya. (ay/ra)


Bagikan Artikel