Lain-lain

 Stasiun KA Bayeman akan Diaktifkan


TONGAS – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten probolinggo terus dikebut untuk mendukung program pariwisata Nasional. Bahkan stasiun kereta API (KA) di jalur Pantura Kecamatan Tongas akan diaktifkan lagi. Hal ini demi peranannya sebagai salah satu akses menuju lokasi wisata Internasional kawasan Gunung Bromo, di Kecamatan Sukapura.

Pemkab Probolinggo serius akan merealisasikan hal ini. Untuk itu Dinas Perhubungan (Dishub) akan mengadakan kajian untuk angkutan umum sebagai salah satu daya dukung untuk aktivasi Stasiun Bayeman tersebut.

“Stasiun Bayeman sangat bagus sekali, daya dukungnya sudah banyak. Tinggal angkutannya. Yang mana wisatawan yang ke Bromo. Ini yang dikejar. Sebab selama ini tidak ada kontribusinya ke kabupaten ketika ada wisatwan yang akan ke Gunung Bromo karena melalui stasiun atau pun terminal yang ada di Kota Probolinggo,” kata Sekretaris Disub Kabupaten Probolinggo Gufron, kemarin (21/11).

Peningkatan Stasiun Bayeman itu diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke gunung eksotik di Probolinggo tersebut. Sehingga mudah dijangkau melalui jalur kereta api. Selama ini, wisatawan yang menggunakan kereta api, turun di stasiun Probolinggo. Lokasinya lebih jauh, jika dibandingkan dengan jarak antara stasiun Bayeman ke Bromo.

Sejauh ini, status Stasiun Bayeman sendiri, merupakan stasiun operasional dengan satu jalur dan jalur lain untuk menunggu persilangan kereta. Peningkatan itu, akan mengubah Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit.

Aspek peningkatan rel kereta api juga akan dilakukan. Selama ini, rel kereta api di lokasi tersebut masih tergolong kecil. Harus diperbesar, untuk mendukung laju kereta.

Untuk bangunan Stasiun Bayeman sendiri, Gufron menyebut harus dipertahankan. Sebagai salah satu warisan sejarah masa lampau. “Bisa jadi kedepan stasiun ini dilebarkan hingga ke Rest Area Dungun, sehingga penumpang yang turun langsung masuk ke Rest Area Dungun,” jelasnya.

Termasuk, nantinya khusus pengunjung yang akan ke Bromo sudah bisa diangkut dengan angkutan yang sudah disediakan. “Nah angkutan ini masih dalam kajian, dan konsultan masih menggarap hal ini,” katanya.

Namun demikian, dari berbagai masukan saat pertemuan dengan berbagai pihak kemungkinan besar ada dua opsi untuk mendukung Stasiun Transit Bayeman. Yakni dengan cara diangkut oleh kendaraan yang sudah ada, seperti bus yang biasa mengantar warga rute Probolinggo, Lumbang dan Sukapura.

“Dari kajian ini lah nantinya sebagai salah satu syarat pelengkap untuk kemudian kembali mengirim kepada Dirjen Perkretaapian di jakarta,” ujarnya. Ia memprediksi, paling tidak tahun depan sudah bisa dibuka. (rul/ra)


Bagikan Artikel