Lain-lain

Ratusan Pedagang Tolak Relokasi Pasar Wonoasih


WONOASIH – Rencana Pemkot Probolinggo merelokasi Pasar Wonoasih ditentang ratusan pedagang. Mereka menolak dipindah dengan alasan lokasi baru yang akan dibangun pasar itu sepi dan jauh dari jalan raya. Sehingga mereka khawatir dagangannya sepi pembeli,  bahkan dicolong maling.

Penolakan tersebut disampaikan para pedagang Pasar Wonoasih yang sebagian besar adalah emak-emak, Kamis (21/11) sekitar pukul 10.00. Kepada wartawan, para pedagang itu lebih setuju kalau dipindah ke lapangan Wonoasih yang berada persis di timur Pasar Wonoasih. Alasannya, lapangan itu dekat pasar dan dekat jalan.

Jika tempat relokasinya bukan lapangan Wonoasih, para pedagang itu menolak. Relokasi itu sendiri direncanakan dilakukan pada 2021.

 Syaiful, salah satu pedagang yang juga wakil ketua paguyuban pedagang Pasar Wonoasih mengatakan, seluruh pedagang menolak direlokasi. Jika pemkot bersikeras, menurut Syaiful, para pedagang mengancam akan bertahan berjualan di Pasar Wonoasih.

“Di tempat yang baru itu sepi pak. Dan lagi, tidak aman. Lha wong di sini yang ramai saja masih kebobolan, apalagi di lokasi yang sepi,” ujar Syaiful saat ditemui di Pasar Wonoasih kemarin.

Informasinya, Pasar Wonoasih akan dipindah permanen di dekat pasar ternak di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih. Pembangunan Pasar Wonoasih di  lokasi tersebut rencananya dilakukan tahun 2020. Sedangkan para pedagangnya baru akan dipindah tahun 2021, setelah pengerjaan proyek pasar selesai.

“Kami menolak kalau dipindah ke sana. Sepi dan jauh dari jalan raya. Kumpul sama sapi lagi,” tambah Farida, seorang pedagang buah di Pasar Wonoasih.

Sementara, Kepala UPT Pasar Wonoasih Arif Billah mengatakan, pasar yang dikelolanya memang akan dipindah ke tempat baru. Yakni, bersebelahan dengan pasar ternak. Pihaknya belum tahu kapan pedagang akan direlokasi. “Kami belum tahu, kapan pedagang akan dipindah,” jelasnya,

Yang jelas menurutnya, pemkot telah melakukan kajian. Tentang hasil kajiannya, Arif mengaku, tidak tahu. “Pedagang kan mau direlokasi permanen. Setelah itu, pasar ini akan dibongkar atau apa, saya enggak tahu buat apa,” kata pria asal Kelurahan Pilang itu. 

Tetapi ia mengakui bahwa pada Rabu (20/11) lalu pengurus paguyuban pedagang Pasar Wonoasih menemui dirinya. Mereka menolak kalau direlokasi di dekat pasar ternak. Pedagang meminta direlokasi di lapangan Wonoasih. “Sudah kami sampaikan aspirasi pedagang ke pemkot. Kami hanya menfasilitasi. Keputusan, apa katanya walikota,” tandas Arif. 

Menurutnya, jumlah pedagang yang akan direlokasi nantinya berjumlah 340 pedagang. Mereka terdiri dari 240 pedagang yang berjualan di los pasar dan 80 pedagang yang menempati kios atau lapak.

Selain itu, ada 25 pedagang kuliner dan buah yang berjualan di malam hari. “Sebenarnya ada 121 kios, namun 30 lapak yang kosong alias tidak ditempati. Hanya 80 kios yang ditempati,” terang Arif.  (gus/iwy)


Bagikan Artikel