Lain-lain

Pasca Banjir, Bangkai Ternak Mulai Berbau

TIRIS – Sembilan hari berlalu pasca bencana banjir dan tanah longsor di Desa Andungbiru Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Kini ada masalah baru muncul, yaitu hewan ternak yang mati tertimbun longsor, mulai menimbulkan bau tak sedap.

Kondisi itu terjadi di Dusun Lawang Kedaton.  Pak Alfin (56), seorang warga setempat, separo bagian rumahnya rusak tertimbun longsor. Kandang miliknya yang berisi 10 ekor kambing juga tertimbun longsor. 

“Hanya sekejap saja kejadian longsor itu, langsung menimbun kandang sekaligus 10 ekor kambing milik saya,” kata Alfin kepada Koran Pantura, kemarin (19/12). Nah, saat ini ternak milik Pak Alfin yang mati tertimbun longsor itu sudah menimbulkan bau tak sedap.

Alfin mengaku memelihara kambing tersebut selama empat tahun. Semula ia hanya punya 4 ekor kambing. Kemudian kambing-kambing itu beranak pinak hingga berkembang menjadi 10 ekor. Semua kambing itu dipelihara di dalam kandang di belakang rumah Alfi.

Pasca bencana, Alfin dengan dibantu beberapa warga sekitar, sudah berusaha mengevakuasi kambing-kambing tersebut. Namun, material longsoran tingginya sampai sekitar tiga meter. Usaha itu dirasa jadi sia-sia saja.

“Sedangkan waktu itu jumlah warga yang membantu menggali tanah sangat terbatas. Kalau di waktu kejadian ada alat berat diarahkan ke sini, mungkin semua kambing saya bisa selamat. Tapi memang tidak bisa, terhalang jembatan dan jalan yang juga putus tertimbung longsor,” ucapnya.

Setelah sekian hari bencana banjir dan longsor berlalu, kini bau tak sedap mulai tercium. Bau tersebut berasal dari hewan ternak yang mati tertimbun longsor. (Beny Dwi/Koran Pantura)

Alfin kin hanya bisa pasrah meski setiap  hari harus mencium bau bangkai. Sebab, ia tidak mampu mengevakuasi longsoran tanah itu.  “Saya sudah melapor ke pihak desa agar segera ada evakuasi bangkai kambing milik saya. Supaya bau bangkai ini bisa hilang. Warga sekitar sudah merasa terganggu,” katanya.

Menurut Kades Andungbiru Essam, jalan menuju Dusun Lawang Kedaton masih belum bisa dijangkau kendaraan besar.  “Jalan menuju titik korban longsor di Dusun Lawang Kedaton hanya bisa diakses roda dua. Roda empat masih belum bisa melintas, apalagi ekskavator. Sangat tidak memungkinkan,” katanya.

Kades menambahkan, jembatan yang putus saja saat ini masih hanya dibuatkan jembatan alternatif dengan bahan bambu dan kayu. “Sebab itu, kami masih belum bisa membantu mengevakuasi dampak longsor di sana. Namun sejumlah bantuan sudah mulai mengalir ke daerah sana,” katanya. (ben/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan