Lain-lain

Pilkades Dikonsep ala Resepsi Pernikahan, Warga Antusias


LUMBANG – Pelaksanaan Pilkades Serentak di 12 desa di Kabupaten Probolinggo kemarin (11/11) tidak seluruhnya menyajikan situasi tegang. Ada pula pemandangan unik-unik dalam pesta demokrasi tingkat desa itu. Di Desa Boto Kecamatan Lumbang misalnya, penyelenggaraan pilkadesnya beraroma resepsi pernikahan.

Situasi berbeda di Desa Boto, Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, kemarin (11/11). Desa Boto juga menghelat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Namun, pelaksanaan Pilkades Boto sengaja dikemas ringan dan cair, yaitu ala resepsi pernikahan.

Dua calon kepala desa (cakades) yang berkontestasi di Pilkades Boto diibaratkan pasangan pengantin baru di pelaminan. Panitia Pilkades menyediakan kursi ala pelaminan untuk dua orang cakades tersebut.

Kedua cakades yakni Marsut dan Budi Santoso yang notabene merupakan pasangan kades incumbent dan perangkat desa. Keduanya tampak sangat akrab berbincang. Meski sebenarnya mereka sama-sama tegangnya dengan para simpatisan dan timses yang mendukungnya. Namun, mereka berdua bak pasangan pengantin baru yang sama berbahagia di pelaminan.

Dalam perhelatan Pilkades Boto, Marsut mendapat nomor urut satu. Sedangkan Budi nomor urut dua. Kedua cakades nampak berwibawa dengan setelan jas bak pejabat negara, lengkap dengan atribut bunga-bunga yang menghiasi, dan didesain mirip acara pesta pernikahan.

Tak hanya itu, selain terdengar suara seperangkat sound system mirip acara hajatan pernikahan, di sela-sela acara juga terdengar suara panggilan kepada warga untuk mencoblos di TPS. Panitia pilkades pun tak lupa mengenakan pakian batik layaknya pagar bagus di acara pernikahan.

Para pemilih di desa yang dihitung berdasarkan DPT sejumlah 3.171 orang pun terlihat sangat antusias menggunakan hak pilihnya. Mereka berbondong-bondong datang ke TPS yang telah didekor sama persis dengan acara pernikahan. Bahkan beberapa warga setempat sempat rebutan untuk sekedar foto bareng dan selfie dengan kedua calon kepala desa tersebut.

Cakades dirias dan dipajang layak seorang pengantin pria. Para pemilih pun datang dalam pakaian formal layaknya para tamu resepsi. (Tunjung Mulyono/Koran Pantura)

Hal itu membuat warga yang datang ke tempat pemilihan serasa menghadiri resepsi pernikahan. “Unik sekali. Saya tidak mengira panitia pilkadesnya sekreatif ini. Membuat konsep acara pilkades menjadi semacam acara resepsi pernikahan saja,” kata Camat Lumbang Junaedi.

Bahkan saking kreatifnya kedua cakades yang menjalankan ritualnya masing-masing. Sampai berpuasa dan tak  berani beranjak dari kursinya sejak prosesi dimulainya pilkades pada pukul 06.30 pagi hingga sekitar pukul 15.00. “Katanya, mereka ada ritual masing-masing semenjak merek keluar dari rumah dan berjalan kaki sampai ke kuade itu,” sebutnya.

Ketua Panitia Pilkades Boto Aksur mengungkapkan, pihaknya sengaja mengonsep pilkades ini dengan mantenan. Tujuannya agar menarik simpati warga untuk datang ke tempat pemilihan.

Pilkades Boto tensinya cukup tinggi lantaran yang jadi rival adalah mantan kades dan perangkatnya. Jadi, panitia mengonsep pilkades menjadi serupa acara resepsi pernikahan agar ketegangan kontestasi pilkades menjadi cair.

“Kemarin sempat rapat panitia juga, dan diputuskan konsep seperti acara pesta pernikahan. Karena momen langka, belum tentu bisa mengadakan pilkades semacam ini lagi,” ungkapnya.

Sementara itu cakades Budi Santoso mengaku senang dengan konsep pilkades ini.  Sebab, warga jadi antusias untuk datang ke TPS. Karena modelnya sama dengan ketika mereka terima undangan pernikahan dari kenalan mereka.

“Warga antusias banyak yang datang mencoblos. Yang golput sedikit. Itu menandakan kesadaran warga untuk berpolitik sangat tinggi. Ini baik untuk pembelajaran demokrasi warga,” ujar Budi.

Lalu bagaimana hasilnya? Pilkades Boto dimenangkan cakades Budi Santoso. Ia berhasil meraih 1.819 suara. Sedangkan cakades petahana Marsut mendapat 1.042 suara. Dengan demikian, cakades Budi Santoso akan memimpin Desa Boto untuk periode 2019-2024. (tm/iwy)


Bagikan Artikel