Lain-lain

Pilkades Serentak, Ratusan Personel Bersiaga di TPS


PROBOLINGGO – Ratusan personel pengamanan Pilkades Serentak di 12 desa di Kabupaten Probolinggo telah melakukan apel pergeseran. Pergeseran personel gabungan dari unsur polisi, TNI, dan Linmas itu dilakukan ke masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara) pada Sabtu (9/11) lalu.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengungkapkan, apel pergeseran pasukan itu merupakan langkah pengecekan personel tahap akhir sebelum didistribusikan ke masing-masing desa dan TPS yang menjadi tempat tugasnya, “Apel ini sebagai pengecekkan terakhir sebelum para personel kami berangkatkan untuk mengawal jalannya pilkades,” ujarnya, Sabtu lalu.

Dijelaskan bahwa personel gabungan pengamanan Pilkades Serentak tahun 2019 ini terdiri dari sekitar 260 personel Polres Probolinggo, 100 anggota TNI,  dan 180 anggota Linmas kabupaten Probolinggo.  “Di tiap TPS nantinya akan ada sekitar 5 anggota polisi, 15 anggota Linmas,  dan 5 anggota Koramil. Sisanya stand by di mapolsek dan mapolres sebagai back up apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Dipaparkannya pula bahwa ratusan personel gabungan tersebut akan berjaga di balai desa dan TPS penyelenggara Pilkades hingga tahapan penghitungan surat suara serta pengangkutan logistik usai pada Senin sore. “Kami mendorong agar proses penghitungn surat suara tidak sampai malam hari, dan bisa tuntas sebelum sore hari proses hitungannya. Itu guna mengurangi potensi kegaduhan,” paparnya.

Adapun saat ditanya soal kesiapan anggotanya, AKBP Eddwi menyebut seluruh personel gbungan dari unsur Polri, TNI, dan Linmas dalam kondisi baik dan siap bertugas mengamankan jalannya Pilkades. “Insha Allah semua akan berjalan lancar seperti yang kita harapkan. Meskipun sejumlah lngkah antisipasi tentunya telah kita siapkan khusus untuk 9 desa yang masuk kategori rawan,” tegasnya.

Adapun desa yang termasuk kategori rawan di Pilkades serentak tahun ini yakni di Kecamatan Besuk ada 3 desa yaitu Krampilan dengan dua calon kepala desa (cakades); Matekan dan Kecik yang masing-masing terdapat empat cakades.

Berikutnya Kecamatan Kraksaan terdapat dua desa, yaitu Bulu dengan lima cakades; Rondokuning dengan tiga cakades. Sementara di Kecamatan Maron hanya 1 desa, yaitu Desa Brumbungan Kidul dengan empat cakades. Lalu Kecamatan Paiton dengan dua desa yaitu, Jabungsisir dan Petunjungan yang masing-masing dengan dua cakades. (tm/iwy)


Bagikan Artikel