Lain-lain

Berangkat ke Sawah, Dibacok Orang


BANTARAN – Rencana Nur Halim (27), warga Dusun Raab, Desa/Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo untuk berangkat ke tempat kerjanya berujung tragis. Pasalnya di tengah perjalanannya ke sawah, dia dibacok oleh orang tak dikenal. Nur Halim ditemukan warga dalam kondisi bersimbah darah di tepi jalan Desa Besuk Kecamatan Bantaran, Rabu (6/11) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Pantura, peristiwa pembacokan tersebut terjadi sekitar pukul 05.20. Nur Halim berangkat ke sawah yang ia garap di Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Berdasarkan keterangan warga, Nur Halim sempat dicegat dan terlibat cekcok dengan sejumlah orang.

Tak berselang lama dari percekcokan tersebut, Nur Halim langsung dikeroyok menggunakan senjata tajam. Nur Halim akhirnya terkapar bersimbah darah. Warga sekitar lokasi tak berani untuk mendekat. Baru setelah para pengeroyok itu melarikan diri, warga dan sejumlah pengendara lainnya mulai berani mendekat.

Karena takut untuk memberikan pertolongan, akhirnya warga menunggu kedatangan pihak polisi untuk mengevakuasi korban ke RSUD dr. Moh. Saleh Kota Probolinggo. Sebelum dievakuasi, Kholifah, istri dari Nur Halim mendapat kabar kalau suaminya dibacok. Ketika sampai di lokasi, Kholifah langsung histeris dan menolong suaminya itu.

“Saya tidak tahu siapa yang membacok suami saya. Saya cuma dapat kabar kalau suami saya dibacok orang tadi pagi,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum mendengar kabar suaminya dibacok orang, dia memang sempat melihat ada gelagat yang aneh dari suaminya. Akhir-akhir ini, setiap hendak keluar rumah, Nur Halim selalu membekali diri dengan celurit.

“Suami saya cuma sempat bilang kalau ada yang mengincar. Tapi dia tak mau menjelaskan lebih lanjut maksudnya itu. Tapi sepengetahuan saya dia tak punya musuh, ” ujarnya.

Kapolsek Bantaran Iptu Jamhari mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan olah TKP dan memintai keterangan dari para saksi. Namun informasi sementara, pelaku diduga lebih dari satu orang.

“Sementara itu dulu yang bisa kami sampaikan,” kata Iptu Jamhari. (tm/eem)


Bagikan Artikel