Lain-lain

Pembina Syubbanul Muslimin Kecam Kekerasan Seksual pada Anak


PAITON – Maraknya kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur akhir-akhir ini mendapatkan perhatian serius dari kalangan ulama. Terlebih, selama Oktober lalu Polres Probolinggo merilis ada 4 kasus kekerasan seksual kepada anak, yang pelakunya adalah orang dekat korban sendiri.

Keprihatinan atas fenomena ini salah satunya disampaikan oleh pembina perkumpulan Syubbanul Muslimin KH. Hafidzul Hakim Noer. Ketika ditemui di komplek Pesantren Nurul Qodim, Desa Kalikajar Kulon, Kecamatan Paiton, kemarin (4/11) ia menyatakan sangat menyayangkan kejadian-kejadian asusila tersebut.

Ia bahkan mengecam keras hal tersebut. Menurutnya, kekerasan seksual terhadap anak merupakan bukti dari runtuhnya nilai-nilai keimanan. “Salah satu alasan kenapa mereka seperti itu, karena sudah jauh dari nilai-nilai akhlak nabi Muhammad. Seandainya nilai-nilai itu ditanamkan, kepada ayah, kepada anak, insha Allah hal itu tidak akan terjadi,” katanya.

Kiai Hafidzul mengatakan, terkikisnya nilai-nilai akhlak tersebut tidak terlepas dari semakin kurang diminatinya ilmu agama dalam masyarakat. Maka, ia pun mengajak kepada masyarakat agar tetap menjadikan ilmu agama sebagai pondasi beraktivitas.

“Saat ini, ilmu agama itu sudah dianggap nomor sekian. Padahal itu benteng, menjadi rem. Kalau ilmu agamanya minim, nafsunya bisa tidak terkontrol,” kata ulama yang karib disapa Nun Hafidz itu.

Menurutnya, jika masyarakat tetap menjadikan akhlak nabi Muhammad dan ilmu agama sebagai rujukan utama, maka ia sangat yakin Probolinggo akan terbebas dari praktek kekerasan seksual terhadap anak dan segala bentuk kemaksiatan lainnya. “Kalau dua ini ditanamkan, insha Allah Probolinggo akan menjadi daerah yang berkah,” paparnya.

Selain itu ia berharap, pihak-pihak yang terkait memberikan hukum setimpal kepada pelaku kekerasan seksual terhadap anak. “Kepada semua pihak yang terkait, saya berharap bisa melakukan tugasnya sesuai prosedur. Agar memberikan efek jera kepada pelakunya dan juga bisa menjadi pelajaran untuk masyarakat yang lain,” harapnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel