Lain-lain

Koran Pantura Terbaik versi Bawaslu Kabupaten Probolinggo

KRAKSAAN – Koran Pantura kembali menorehkan prestasi. Pada tahun ini, Koran Pantura menerima piagam penghargaan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Probolinggo terkait pengawasan pemilu 2019. Tak tanggung-tanggung, dua piagam sekaligus diterima Koran Pantura.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Fathul Qorib kepada Pemimpin Redaksi (Pemred) Koran Pantura Abdur Rohim Mawardi, Jumat (4/10) pagi di kantor Koran Pantura. Turut hadir Komisioner Bawaslu Kabupaten Probolinggo lainnya, Zaini Gunawan dan Ahmad Nasaruddin Lathief, serta jajaran staf Bawaslu setempat.

“Kami melakukan evaluasi selama pengawasan pemilu 2019 berlangsung. Kami merasa perlu memberikan penghargaan kepada mitra kami, yaitu media yang ikut membantu memberitakan kegiatan-kegiatan pengawasan pemilu 2019,” kata Fathul Qorib.

Hasilnya, Bawaslu Kabupaten Probolinggo memberikan penghargaan kepada 2 media. Yakni Koran Pantura dan Pro TV. Koran Pantura menyabet 2 kategori sekaligus. Pertama, sebagai media dengan intensitas pemberitaan terbanyak dalam hal pengawasan Pemilu 2019 di Kabupaten Probolinggo. Kedua, sebagai media dengan konten pemberitaan paling konsisten dan berimbang dalam hal pengawasan Pemilu 2019 di Kabupaten Probolinggo.

“Penghargaan ini memang secara materil tidak seberapa nilainya. Kami berharap dengan adanya piagam ini, kemitraan Bawaslu dengan Koran Pantura terus berjalan dengan baik,” ungkap warga Kecamatan Pakuniran ini.

Sementara itu, Pemred Koran Pantura Abdur Rohim Mawardi menyampaikan terima kasih atas piagam penghargaan yang diberikan. Sejak berdiri April 2015 lalu, Koran Pantura sudah menyabet beberapa penghargaan.

“Dimulai tahun 2016 lalu, wartawan kami yaitu Tunjung Mulyono menerima penghargaan berita terbaik sekaligus foto terbaik dari Pemkab Probolinggo,” kata pria yang karib disapa Eem ini.

Tahun berikutnya, wartawan Koran Pantura lainnya yakni Choirul Umam Masduqi kembali menerima penghargaan pada lomba yang sama tahun berikutnya. Berita yang ditulis wartawan Koran Pantura juga diganjar sebagai yang terbaik pada tahun 2017. “Tahun 2018 tidak ada lomba jurnalistik tingkat Kabupaten. Jadi, tidak ada penghargaan lagi,” kata Eem.

Selanjutnya pada Maret 2019, karya foto jurnalistik dari wartawan Koran Pantura lainnya yakni Deni Ahmad Wijaya berhasil masuk 10 besar terbaik tingkat Nasional. Lomba foto jurnalistik itu diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). “Setelah itu, kami menerima lagi penghargaan ya sekarang ini. Kami sampaikan terima kasih atas kepercayaan dan penghargaan ini,” kata Eem. (awi/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan