Lain-lain

Sulap Mobil Patroli, Polisi Droping Air Bersih


PROBOLINGGO – Polsek Kuripan berempati pada warga di wilayah hukumnya yang mengalami krisis air bersih. Sebagai wujudnya, Polsek Kuripan menyulap mobil patrolinya menjadi kendaraan multifungsi. Dengan bekal mobil dobel kabin itu, tandon air dipinjami warga, plus ban dalam bekas dijadikan selang, Polsek Kuripan melakukan droping air bersih.

Beberapa desa di Kecamatan Kuripan masih masuk peta rawan krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo. Di musim kemarau saat ini, warga di beberapa desa itu kesulitan mendapatkan air bersih. Salah satunya ialah Desa Kedawung, tepatnya di Dusun Tugu.

Di dusun tersebut, warga hanya mengandalkan aliran air sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Baik itu untuk cuci, mandi dan bahkan buang air besar. Namun di musim kemarau ini, air sungai yang disebut air sumberan itu juga kering tak tersisa. Ditambah lagi, air yang bersumber dari Desa Gemito Kecamatan Sumber tersebut banyak digunakan warga untuk berbagai macam hal, misalnya irigasi sawah.

Karena kondisi ini pula, warga Desa Kedawung dan Desa Gemitoyang masih bertetangga, sempat panas. Warga Kedawung mencurigai ada penyadapan air yang tahun ini tak mengalir ke desanya.

Karena kejadian itu pula, warga Dusun Tugu harus memburu meskipun jarak sumber mata air sangat jauh. Tetapi warga yang kurang kuat fisiknya, memilih menimba sisa air sumur, meskipun harus antre. “Sekarang jangankan untuk pertanian, air untuk minum dan masak pun kita kesulitan,” ujar Hariyono, salah satu warga setempat.

Kondisi itu disikapi serius Polsek Kuripan. Kapolsek Kuripan AKP Kusmidi langsung memberikan instruksi kepada anggotanya untuk berbuat nyata membantu warga yang kesulitan air bersih.

Bahkan, yang dilakukan bukan menyewa truk, melainkan menggunakan dobel kabin yang biasa digunakan patrol. Mobil itu dimodifikasi. “Anggota Intel saya laporan jika di dusun ini memang sedang membutuhkan air bersih. Makanya, saya dan anggota langsung bergerak. Tidak ada rotan, akar pun jadi,” jelas AKP Kusmidi pada koran pantura.

Modifikasi mobil patroli itu memang menarik. Mobil patroli dobel kabin itu disulap jadi kendaraan angkut air, dengan memanfaatkan barang yang masih bisa digunakan. Seperti halnya selang dari tandon air menggunakan ban dalam bekas, sebagai pengganti selang. Langkah itu ternyata efektif.

Dalam sehari kendaraan itu sampai dua kali melakukan droping air bersih untuk 200 jiwa. Itu dilakukan dengan menggunakan mobil patroli yang sudah ada tandon air berkapasitas 1.000 liter. “Kami akan terus lakukan untuk memenuhi kebutuhan warga. Kalau bukan kita, siapa lagi? Yang pasti kegiatan ini murni untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

AKP Kusmidi berharap, ke depan ada langkah konkrit dari pihak terkait dengan permasalahan krisis air bersih di Dusun Tugu. Sebab, hampir setiap tahun kondisi seperti ini terulang. “Distribusi air ini memang dikhususkan dulu untuk memenuhi kebutuhan warga, bukan untuk pertanian. Dengan demikian, diharapkan bisa benar-benar menbantu masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih,” tandasnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel