Lain-lain

Tampiarto Buka Karaoke Lagi, Namanya Bukan 888


PROBOLINGGO – Tempat karaoke 888 (triple eight) dinyatakan izin operasionalnya tidak diperpanjang oleh Pemkot Probolinggo. Tetapi, tempat karaoke di Hotel Tampiarto, Jl Suroyo Kota Probolinggo itu kini buka lagi, meski sudah tidak menggunakan nama 888. 

Pada Kamis (19/9) malam lalu, Satpol PP melakukan razia di tempat karaoke eks 888 itu. Saat itu Satpol PP mendapati ada 2 pria dan 2 perempuan tengah berkaraoke. Dan kemarin (23/9), tempat karaoke itu juga masih tetap buka, dengan alasan memiliki izin. 

Arie Hafiz Azhari dari pihak manajamen Hotel Tampiarto kepada wartawan sempat menunjukkan sejumlah dokumen perizinan yang dimilikinya. Arie menyatakan tetap membuka usaha karaokenya karena masih menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari Hotel Tampiarto.

Karena itu, baginya, tidak perlu mengurus izin lagi untuk tempat karaoke. “Sampeyan lihat dari luar. Bangunannya kan nyambung. Jadi, masih satu kesatuan dengan hotel. Dan fasilitas karaoke milik hotel, sudah ada izinnya. Ini sampeyan lihat izin-izin yang kami miliki,” ujar Arie saat dikonfirmasi sore kemarin.

Menurutnya, pengguna tempat hiburan karaoke adalah tamu hotel, bukan untuk masyarakat umum. Dalam mengelola rumah karaoke, Arie memberlakukan pengawasan dan penjagaan serba ketat. Pengunjung yang bisa masuk tempat karaoke itu harus memegang voucher dari hotel, plus atas perintah dirinya. “Filternya cukup ketat. Hanya yang punya voucher dan atas izin saya, yang bisa masuk ke karaoke. Masyarakat umum tidak boleh,” tandas Arie.

Lalu ia menegaskan, rumah hiburan karaoke yang dikelolanya bukan lagi di bawah  manajemen 888. Seluruh atribut 888 yang terpasang di bangunan ujung utara hotel tersebut memang sudah tidak terlihat. Bahkan tampilan cat dindingnya juga berubah. “Sudah kami ubah semua. Pintu masuk dari luar, sudah kami tutup semua. Akses masuk satu-satunya, ya dari dalam hotel,” jelasnya.

Bagi Arie, sikap ini bukan berarti membangkang pada pemkot. Ia membuka tempat karaoke ini karena sudah mengantongi Tanda Daftar Perusahaan Pariwisata (TDPP) yang dikeluarkan pemkot tahun 2017. “Ini izin TDPP kami, masih berlaku. Habisnya tahun 2022. Jadi kami tetap buka. Karena kami bukan 888 lagi,” katanya. 

Sementara itu, Sitrin Suhartono selaku kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPM-PTSP) mengatakan, pihak Hotel Tampiarto tetap harus mengurus dulu izin karaokenya. Sebab, izin karaoke 888 sudah tidak diperpanjang oleh pemkot. “Kalau mengaku sudah punya izin, nanti kami cek. Ya kalau belum ngurus ke OSS,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Satpol PP Agus Efendi menyatakan masih belum ada tugas untuk menutup karaoke Tampiarto. Kabar yang didapat, walam waktu dekat dinas perizinan akan mengundang dinasnya terkait soal tempat hiburan karaoke yang buka kembali, meski izinnya sudah tidak diperpanjang. “Belum. Kami belum mendapat tugas menutup. Kabarnya, kita akan diundang oleh perizinan,” ujarnya.

Soal TDPP yang dikantongi Tampiarto, menurut Agus Effendi, bukan atau tidak termasuk izin. Itu merupakan catatan atau daftar fasilitas yang dimiliki hotel. Agus Efendi yang pernah menjabat kepala Disbudpar ini menjelaskan, kalau Hotel Tampiarto ingin membuka fasilitas karaoke, tetap harus mengurus izin terlebih dahulu. “Menurut saya, kalau mau buka tempat hiburan karaoke, ngurus izin dulu,”  jelasnya.

Tampiarto bisa membuka fasilitas karaokenya tanpa perlu izin lagi, asal di tempat terbuka seperti hall. Tempat karaoke seperti itu bisa dikategorikan fasilitas hotel. Sedangkan kalau membuka karaoke di ruang tertutup atau room seperti di bekas karaoke 888, tidak boleh.  “Kalai karaokenya di hall, tidak masalah. Karena itu memang fasilitas untuk tamu hotel. Tetapi kalau berupa room, maka harus izin lagi,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel