Lain-lain

44 Bakal Calon akan Berebut 12 Kursi Kades


PROBOLINGGO – Batas akhir masa pendaftaran bakal calon kepala desa (Bacakades) di Kabupaten Probolinggo pada Selasa (17/9). Hingga batas akhir pukul 16.00 Wib, panitia pilkades di 12 desa telah mencatat puluhan Bacakades yang telah mendaftarkan diri sebagai calon kepala desa (Cakades).

Ketua panitia Pilkades Desa Brumbungan Kidul Kecamatan Maron Samsul Hadi mengungkapkan beberapa hal. Berdasarkan hasil rekap data yang dilakukan oleh seluruh panitia pilkades di 12 desa yang tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Probolinggo, tercatat telah ada sebanyak 44 bacakades yang telah mendaftarkan diri. Mereka siap bertarung memperebutkan kursi kepala desa di desa masing-masing.

“Hingga batas waktu yang ditentukan, panitia pilkades di 12 desa penyelenggara,  telah menerima sedikitnya 44 berkas bacakades yang memenuhi syarat sesuai dengan peraturan Bupati dan Permendagri yang berlaku,” ungkap Samsul, Rabu (18/9) siang.

Dijelaskannya paska tahapan ini, selanjutnya panitia pilkades memiliki jangka waktu selama 20 hari kedepan untuk melakukan proses verifikasi berkas para bacakades. Tahapan ini dilakukan guna mengecek keaslian data yang terlampir dalam berkas.

Pihaknya menutup celah, agar tak sampai ada kecurangan berupa pemalsuan dokumen pencalonan diri sebagai kepala desa. Adapun dokumen yang akan diteliti meliputi ijasah, SKCK, Surat bebas narkoba, surat kesehatan, dan surat keterangan lainnya.

“Kami tidak ingin sampai kecolongan, maka dalam kurun waktu 20 hari kedepan akan kami manfaatkan untuk melakukan kroscek pada keaslian dokumen persyaratan pada lembaga-lembaga yang namanya dipakai dalam berkas yang dilampirkan tersebut,” jelasnya.

Apabila ditemukan adanya satu saja indikasi pemalsuan dokumen, kata Samsul, maka secara otomatis pantia pilkades akan mendiskualifikasi bacakades yang bersangkutan dari bursa cakades.

Selanjutnya apabila dampak diskualifikasi itu menyebabkan hanya ada calon tunggal dalam pilkades. Maka panitia pilkades masih memiliki jangka waktu 20 hari lagi paska proses verifikasi ditutup untuk kembali membuka masa pendaftaran bacakades.

“Tahapannya memang ketat, ini demi pilkades yang demokratis dan berkualitas,” tegasnya. Samsul menambahkan adapun jika  hingga batas waktu yang ditetapkan tak kunjung ada bacakades lain yang mendaftarakan diri. Maka panitia pilkades akan kembali memberikan jangka waktu 20 hari lagi untuk masa perpanjangan pendafataran bacakades.

“Jika lewat dari itu, maka dengan sangat terpaksa. Desa dengan calon tunggal akan ditunda pilkadesnya dan diikutkan pilkades serentak pada gelombang selanjutnya di tahun 2020 atau 2021 mendatang,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel