Lain-lain

Persikabpro Minta Keringanan Sanksi

PROBOLINGGO – Menanggapi sanksi yang dijatuhkan oleh Asprov PSSI Jawa Timur,  sejumlah pengurus Persikabpro Probolinggo berancang ambil sikap. Mereka berencana  menemui Komisi Disiplin (Komdis) Asprov Jatim untuk meminta keringanan sanksi yang telah dijatuhkan pada ketua, manajer,  dan klub Persikabpro.

Diketahui, Persikabpro Probolinggo dijatuhi denda sebesar Rp 50 juta akibat ketidak-hadirannya pada leg kedua Liga 3 yang digelar awal tahun lalu. Selain dijatuhi hukuman denda, ketua dan manajer klub Persikabpro juga dilarang untuk beraktfitas dalam sepak bola hingga batas waktu yang ditentukan.

Ketua klub Persikabpro Probolinggo Didik Mustadi mengatakan, sejumlah pengurus Persikabpro akan mendatangi Komdis Asprov PSSI Jatim. Mreka akan didampingi oleh perwakilan Askab PSSI dan KONI Kabupaten Probolinggo. Intinya mereka akan menegosiasikan kembali sanksi yang telah dijatuhkan oleh Komdis Asprov PSSI Jatim.

“Rencananya akhir pekan ini kami akan berangkat menemui Komdis Asprov PSSI Jatim di Surabaya. Mudah-mudahan ada keringanan saksi yang kami dapatkan,” ungkap Didik, Selasa (10/9).

Ada keyakinan untuk mendapatkan keringanan sanksi. Sebab menurut Didik,   kronologis dijatuhkannya sanksi tersebut  bukan karena kesalahan klub ataupun pengurus, tapi murni karena keadaan. Saat itu situasinya tidak memungkinkan bagi Persikabpro untuk mengikuti pertandingan lanjutan di Liga 3.

“Alasan adanya masa transisi. Akan kami paparkan pada komdis. Karena itu kami minta didampingi oleh pengurus Askab dan KONI Kabupaten Probolinggo untuk turut membantu memberi penjelasan dan meyakinkan komdis,” katanya.

Rencana pengajuan keringanan sanksi tersebut pun dibenarkan oleh Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo  Chalid Abubakar yang juga salah satu satu anggota Exco Asprov PSSI Jatim itu. Pihaknya telah meminta kepada pengurus Persikabpro untuk membuat surat pengajuan keringanan sanksi yang akan bersama-sama disampaikannya kepada pihak Komdis Asprov PSSI Jatim.

“Menjadi penting untuk mengawal keinginan pengurus klub Persikabpro untuk mendapatkan keringanan sanksi tersebut. Karena ini demi kemajuan sepakbola di kabupaten Probolinggo,” ujarnya.  (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan