Lain-lain

Nasib Persipro di Suratin Menggantung


PROBOLINGGO – Keikutsertaan Persipro di Piala Suratin terancam gagal. Sebab, Asosiasi PSSI Kota Probolinggo tidak memiliki cukup dana untuk membiayai keikutsertaan tim Persipro junior di ajang Suratin yang berlevel nasional tersebut.

Asad Anshari yang menjabat manajer Persipro Piala Suratin mengatakan, timnya tetap akan bertanding di putaran kedua jika bisa menggalang dana dari swasta. Jika tidak, maka timnya akan selesai di putaran pertama.  

Menurutnya, dana yang tersedia memang hanya cukup untuk mengikuti laga putaran pertama di Kabupaten Sidoarjo dan Tulungagung. Di dua  pertandingan tersebut diperkirakan dana habis. Upaya yang dilakukan, menggalang dana dari pihak swasta. “Kalau penggalangan dana tidak berhasil, ya kita cukup ikut di putaran pertama,” tandas Asad yang mantan legislator itu.

Kalau Persipro menang di laga pertama, tetapi tetap tidak memiliki dana, maka laga putaran kedua akan dilepaskan. “Kalau upaya menggalang dana tidak berhasil, ya kita lepas saja kesempatan tersebut,” katanya.

Sebenarnya, lanjut Asad, tim Persipro Piala Suratin sudah dibentuk sejak awal Ramadan lalu. Persipro masuk satu grup dengan Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung dan Malang. “Ini peluang. Tetapi mau bagaimana lagi?” katanya.

Menurut Asad, masih ada peluang untuk mendapatkan dana melalui Perubahan APBD Kota Probolinggo 2019. Namun harapan tersebut putus lagi, setelah pihaknya mendengar P-APBD tahun 2019 belum dibahas. “Mau mencari dana dari mana lagi. Tapi kami masih optimis, tim sepakbola yang kami bina bisa ikut Piala Suratin sampai final,” katanya.

Ia menambahkan, Kota Probolinggo pernah ditawari menjadi tuan rumah. Namun, peluang baik itu ditolak, lagi-lagi karena pertimbangan dana minim. Pihaknya tidak mampu membiayai akomodasi para pemain dan ofisial yang akan berlaga di Stadion Bayuangga. “Selain karena biaya, juga terbentur dengan, maaf ya, acara Semipro. Akhirnya kami tidak bersedia,” kata Asad. (gus/iwy)


Bagikan Artikel