Lain-lain

Tembakau Paiton Tembus Rp 35 Ribu


KREJENGAN – Harga jual tembakau jenis VO (Voor Oogst) Paiton di tingkat petani saat ini terbilang tinggi. Di Kabupaten Probolinggo, petikan awal atau daun bawah dijual seharga Rp 35 ribu per kilogram. Harga itu lebih tinggi daripada harga jual pada petik pertama di tahun sebelumnya.

Moh. Najib Afandi (30), seorang petani tembakau asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan mengatakan, harga jual itu jauh lebih tinggi dibandingkan harga tahun sebelumnya. Kala itu, harganya di kisaran Rp 27 ribu – Rp 28 ribu per kilogram.

“Harga daun bawah ini cukup mahal. Bahkan diprediksi puncak harga jual nanti bisa sampai Rp 45 ribu per kilogram,” kata pria yang karib disapa Didik ini, Senin (19/8).

Ia menerangkan, tingginya harga jual ini tidak hanya untuk tembakau kering hasil rajangan saja. Di lapangan, tembakau sudah ditawar tinggi dengan cara tebasan.

“Dari masih di sawah saja, ditawarnya sudah cukup tinggi. Punya saya lahan 400 (4.000 meter persegi, red) yang ditanami 7.000 pohon ditawar Rp 30 juta,” ungkap warga Dusun Lamur ini.

Namun, Didik enggan melepasnya dengan tebasan. Ia meyakini harga jual tembakau kering cukup tinggi di tahun ini. Bahkan, dia sempat memeriksa sebaran areal tanam tembakau di google maps.

“Sebarannya sepertinya tidak sesuai target areal tanam 10.774 hektar di 7 sentra tembakau. Jadi, kemungkinan harga jual untuk yang tanam awal ini bakal tinggi. Apalagi, pabrikan rokok sudah buka. Jadi, penyerapan tembakau petani lebih cepat,” paparnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel