Lain-lain

Lagi, 2 Jamaah Haji Kabupaten Probolinggo Wafat


MEKKAH – Kabar duka kembali menyelimuti jamaah haji Kloter 13 SUB asal Kabupaten Probolinggo, Senin (12/8). Pasalnya, ada lagi jamaah haji yang wafat. Bahkan 2 orang sekaligus. Yakni Haji Leng asal Kecamatan Dringu, dan Haji Natu bin Rasmadi asal Kecamatan Lumbang.

Sebelumnya, pada Sabtu (10/7) Kloter 13SUB Kabupaten Probolinggo juga dirundung duka. Pasalnya, jamaah haji asal Tegalsiwalan wafat, atas nama Slamet bin Raksum. Warga Dusun Krajan, Desa Sumberkledung itu dimakamkan di Soraya perkuburan umum Mekkah. Dengan demikian, sudah ada 3 jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang meninggal dunia di Mekkah.

Berita wafatnya Haji Leng disampaikan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI H. Hasan Aminuddin yang juga berada di Mekkah menunaikan ibadah haji. Selain itu, Hasan sedang melakukan pengawasan penyelenggaraan haji dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI.

Inna lilahi wa inna ilaihi rojiun. Telah wafat sahabat kami Haji Leng, jamaah asal Kecamatan Dringu,” kata Hasan.

Hasan yakin wafatnya Haji Leng itu khusnul khotimah. Rangkaian ibadah haji pun mampu diselesaikan, walaupun semasa di Mekkah mendiang menggunakan tongkat untuk bantu jalan.

“Saya mengingat momen saat berbincang-bincang dalam kesempatan makan bersama beliau. Haji Leng adalah sosok yang baik dan penuh kegigihan. Beliau ini bergabung di kloter PT Rosana,” ujar Hasan.

Hasan mengatakan, hingga saat ini sudah ada 3 jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang meninggal dunia. Hasan merasa berduka dan menyampaikan rasa duka cita sedalam-dalamnya. “Semoga semua amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT. Amin,” harapnya.

BERSAMA: Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso (kanan, berdiri, memakai rompi) bersama Haji Natu bin Rasmadi (duduk di kursi roda). Haji Natu kini telah meninggal dunia.

Jamaah haji berikutnya yang meninggal dunia adalah Haji Natu bin Rasmadi asal Kecamatan Lumbang. Kabar duka ini disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo Santoso. Ia menerangkan, selama menjalani rangkaian ibadah haji, Haji Natu yang telah berusia 81 tahun menggunakan kursi roda demi menjaga kesehatannya. Namun Haji Nati harus dirujuk ke RSAS karena drop, dan dinyatakan meninggal Senin (12/8) dinihari.

“Pada foto yang saya kirimkan, almarhum yang memakai kursi roda,” ujar Santoso pada Koran Pantura melalui ponselnya.

Santoso menilai, rata-rata yang membuat kesehatan jamaah haji lansia menurun adalah kelelahan. Beberapa di antaranya mengalami kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang melaksanakan puncak haji. Mulai wukuf di Arafah, lalu mabit di Muzdalifah, hingga bergerak ke Mina. 

Pergerakan yang memakan waktu cukup singkat itu,  ditambah lagi dengan kewajiban jamaah untuk melontar jumrah, dampaknya langsung terasa. Yakni jamaah langsung mengalami kelelahan. Beberapa di antaranya harus dipapah, didorong dengan menggunakan kursi roda, hingga digendong.

“Kami terus memberikan imbauan dan upaya-upaya agar mengurangi dampak kelelahan jamaah, seperti memberikan air minum dan buah-buahan saat di perjalanan,” terangnya.

“Kami turut berbelasungkawa atas wafatnya almarhum, semoga khusnul khotimah,” imbuhnya.

Santoso juga mengungkapkan beberapa hal terkait Haji Leng. Menurutnya, tidak ada nama Haji Leng dalam daftar kloter 13 SUB dan 14 SUB yang dia dampingi. Santoso menyimpulkan bahwa Haji Leng menggunakan fasilitas Haji Plus untuk menunaikan ibadah di tanah suci.

Ia mengatakan, walaupun wafat, ketiga mendiang bisa menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Sehingga para mendiang diyakini telah mendapatkan predikat haji mabrur. “Seperti almarhum Pak Slamet masih sempat menjalani ibadah umroh sunnah beberapa kali,” tuturnya.

Di sisi lain, Santoso juga mengabarkan kondisi terkini Mekkah. Yakni terkait turunnya hujan di Arafah dan Mina. Hal itu dinilai mendukung kelancaran ibadah para jamaah haji.

“Di Mekkah hujan bersamaan dengan wafat KH. Maimoen Zubair. Cuaca hari itu 34 derajat celcius. Jadi, tidak seperti biasanya yang mencapai 48-50 derajat,” katanya. (ra/eem)


Bagikan Artikel