Lain-lain

Bangkrut, Puluhan Lapak Pasar Buah Kraksaan Ditinggal


KRAKSAAN – Puluhan lapak di pasar buah Semampir, Kota Kraksaan terlihat kosong setelah ditinggalkan oleh pedagang yang menggunakannya selama ini. Para pedagang tersebut bangkrut karena sepinya pembeli.

Dari pantauan Koran Pantura di pasar tersebut, Minggu (4/8), sudah sejumlah lapak pedagang yang kosong. Ada yang sudah benar-benar tutup, tapi ada juga yang masih kendati tidak ada buah-buahan yang dijual. “Orangnya ke sawah. Lapaknya ditinggal begini,” kata seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Dia menunjuk salah satu lapak pedagang sebelahnya yang memang kosong. Hanya ada kerupuk dan semangka milik pedagang lain yang digantung di depan lapak itu. Ada juga jeruk yang dibiarkan tergeletak di lapak. “Siapa yang mau ambil. Wong itu buah sudah kering. Memang sengaja dibiarin begitu,” tuturnya.

Menurutnya, berjualan di pasar buah Semampir saat ini sulit. Pembeli jarang ada yang berhenti membeli buah di pasar tersebut. “Sepi. Dari tadi pagi gak ada yang beli sama sekali,” keluhnya.

Ketua Paguyuban Pedagang Buah Semampir Fariz membenarkan adanya lapak yang ditinggalkan pedagang. Fariz menyebut, dari 43 lapak yang ada, puluhan di antaranya ditinggal oleh pedagang.

“Separo yang kosong. Itu pun yang tersisa adalah pedagang yang punya link berjualan di tempat lain. Jadi, tidak hanya mengandalkan di pasar buah sini saja,” terangnya, kemarin.

Menurutnya, kondisi ini sudah mulai terjadi sejak beberapa bulan lalu. Tapi lapak pedagang yang kian kosong terjadi sejak beberapa pekan terakhir. “Kalau pedagang gak ada inisiatif berjualan di tempat lain, saya pastikan jualan sebulan saja di sini, pasti gulung tikar,” katanya.

Ia mengungkapkan, beberapa pedagang setempat ada yang berjualan di kawasan Kota Probolinggo, Paiton, hingga ke pasar-pasar tradisional. “Ada yang setiap pagi ke Kalibuntu, ada yang sorenya ke Paiton. Kalau gak gitu, ya bangkrut,” sergahnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel