Lain-lain

Ditutup Satpol, Warung Mie Nekat Buka


PROBOLINGGO – Dinas Satpol PP Kota Probolinggo kecolongan. Warung Mie Gacoan di Jalan Suroyo yang ditutup Satpol PP pada 23 Juli lalu, nekat buka lagi. Kemarin (4/8) di warung itu terlihat aktivitas bersih-bersih, dengan dalih untuk persiapan grand launching pada 17 Agustus nanti.

Padahal, spanduk yang dipasang Satpol PP berisi penghentian sementara kegiatan di Warung Mie Gacoan itu sampai kemarin masih terpasang. Sedangkan di dalam warung di depan bank BCA itu kemarin terlihat ada sekitar 10 pegawai melakukan bersih-bersih.  

Saat dikonfirmasi, Ira Nuraini (21) selaku manajer Warung Mie Gacoan area Kota Probolinggo mengatakan, pihaknya bersih-bersih tempat kerjanya karena akan launching. Acaranya dijadwalkan digelar tepat pada 17 Agustus mendatang.

Ira mengaku berani membuka warung mie-nya karena sudah mengantongi izin. “Kami akan buka 17 Agustus nanti. Izin-izinnya ada kok. Kami bawa,” tandas perempuan asal Kelurahan Jerebeng Lor, Kecamatan Kedopok tersebut.

Sebagai buktinya, Ira menunjukkan 3 izin yang dimiliki. Masing-masing adalah  Izin Lokasi, izin usaha berupa Tanda Daftar Perusahaan dan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dikeluarkan Pemerintah Republik Indonesia tertanggal 30 Juli 2019. “Ini izin kami. Kemarin saya sudah ke Mall Pelayanan Publik,” ujarnya.

Ira berterus terang, tidak mengetahui kalau warung yang akan dikelolanya itu ditutup Satpol PP. Sebab, warung itu terpusat di Kota Malang. “Kami tidak tahu soal penutupan. Itu urusan Malang. Kami diminta bersih-bersih, karena 17 Agustus akan dibuka,” ujarnya.

Sekedar informasi,  Mie Gacoan dimiliki oleh PT Pesta Pora Abadi, yang berkantor  di Jalan Terusan Sulfat 3 K Nomor 141, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Perusahaan ini telah memegang izin lokasi tertanggal 30 Juli 2019. Selain izin lokasi, PT Pesta Pora Abadi juga memiliki izin usaha berupa Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Nomor Induk Berusaha (NIB)

Sementara, Kasi Operasi pada Satpol PP Hendra Kusuma saat dikonfirmasi kemarin mengaku belum tahu kalau di Warung Mie Gacoan ada aktivitas pembenahan tempat. Hanya saja, pihaknya tidak bisa langsung bertindak hari itu juga. Rencananya, ia akan mendatangi warung tersebut hari ini. “Mau nanya izin-izinnya. Kalau masih tidak ada seperti kemarin, ya kami tutup lagi,” tandasnya.

Hendra juga heran mengapa pemilik warung berani melakukan aktivitas di lokasi yang sudah dihentikan sementara kegiatannya oleh pemkot. Menurutnya, jika memang sudah memiliki izin, alangkah baiknya pemilik warung berkoordinasi dengan pemkot atau OPD terkait.

“Kalau memang izinnya suah ada, koordinasi dengan OPD terkait. OPD terkait itu akan menyampaikan ke kami agar banner penutupan dibuka. Tetapi sampai hari ini belum ada surat ke kami,”  jelasnya.

Sedangkan Sitrin Sugiarto selaku Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadi Satu Pintu (DPM-PTSP) menegaskan, Warung Gacoan Mie belum memiliki izin mendirikan Bangunan (IMB). Jika pihak warung mengaku memiliki izin, Sitrin menduga izinnya dikeluarkan OSS.  

Menurutnya, OSS merupakan sistem yang bisa nengeluarkan izin usaha. OSS  berpusat di BKPM Jakarta. Karena yang mengeluarkan system, maka sistem tidak tahu apakah izin yang dikeluarkan sesuai atau melanggar peraturan di daerah yang meminta izin. Cara mendapatkannya, masuk ke web OSS tanpa dipungut biaya. “Selain izin yang 3 itu, harus ada izin lain yang dikeluarkan daerah. Seperti Izin Mendirikan Bangunan atau izin lainnya,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel