Lain-lain

Batalkan Banyak Order, Kembalikan DP

Wisata Tiris Adventure Rehat Dulu

Terjadinya banjir dan longsor di Kecamatan Tiris membuat kegiatan wisata Tiris Adventure distop sementara waktu. Tampak basecamp Tiris Adventure yang sedang sepi. (Beny Dwi Prio Jatmiko/Koran Pantura)

TIRIS – Rumah, jembatan, lahan pertanian, sekolah, bahkan ternak peliharaan, terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo yang terjadi Senin (10/12) lalu. Namun, di luar itu, wisata Tiris Adventure ternyata ikut terdampak, hingga terpaksa tutup dan membatalkan cukup banyak order.

Tak salah jika BPBD Kabupaten Probolinggo menyebut bencana banjir dan tanah longsor di Desa Andungbiru, Tiris, Senin lalu lebih besar dibanding bencana serupa yang terjadi di Tiris Februari 2018 lalu. Bencana banjir dan tanah longsor kali ini membawa dampak di banyak sektor. Salah satunya adalah sektor wisata.

Adalah Tiris Adventure, wisata di Kecamatan Tiris yang terdampak bencana banjir dan longsor Senin malam lalu. Wisata maupun paket outbond yang ditawarkan Tiris Adventure tidak memungkinkan dilangsungkan karena kerusakan infrastruktur.

Padahal, pengelola Tiris Adventure kadung menerima cukup banyak order. Termasuk job order dari salah satu OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo. Bahkan kegiatan OPD tersebut seharusnya dilangsungkan kemarin, tetapi tidak memungkinkan dilangsungkan sehingga harus dibatalkan.

Selain dari OPD di lingkungan Pemkab Probolinggo, Tiris Adventure sebelumnya juga telah menerima order dari instansi di luar Probolinggo. Misalnya dari Madura, Situbondo dan Lumajang. Namun, bencana banjir dan tanah longsor ini membuat pengelola wisata Tiris Advanture harus rela tutup untuk sementara, sampai kondisi Tiris benar-benar pulih.

Budi Utomo (37) selaku Ketua Pengelola Tiris Advanture menuturkan, usaha wisatanya tutup sejak bencana terjadi. Karena itu job order yang kadung diterima terpaksa dibatalkan. Dan sebagai konsekuensinya, pengelola Tiris Adventure harus mengembalikan sejumlah uang muka (DP) yang telah mereka terima.

“Untuk sementara ini di Kecamatan Tiris masih berduka karena banjir bandang dan tanah longsor. Hingga saat ini saya juga masih ikut membantu mengevakuasi material sisa banjir dan longsor, ” kata Budi kepada Koran Pantura, kemarin (12/12).

Budi berharap, sebelum 30 Desember 2018 nanti kondisi Tiris benar-benar pulih. Jika kondisi pulih, Tiris Adventure siap kembali beroperasi. Dan begitu pula sebaliknya.

Jadi, Budi masih belum memutuskan batas penutupan operasi Tiris Adventure. “Berharap saja sebelum tahun baru, kegiatan Tiris Advanture sudah bisa mulai dibuka kembali. Sebab, di akhir tahun biasanya banyak pengunjung wisata maupun outbond,” katanya.

Atas bencana yang terjadi ini, Camat Tiris Roby Siswanto tidak hanya  meminta masyarakatnya bersabar. Camat Roby juga berharap agar warga yang ingin berkunjung ke Tiris juga bersabar. Ia menyarankan kunjungan ke Tiris ditunda sampai kondisi membaik.

“Alam akan menjadi sahabat jika kita baik kepadanya. Sebaliknya, jika kita jahat kepada alam, maka alam akan membalas perbuatan kita. Maka dari itu,  peliharalah alam,” kata Camat Roby. (ben/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan