Lain-lain

Ada Posyandu Terima Ratusan Sapi


GADING – Ratusan sapi limousin dikumpulkan di Desa Sentul, Kecamatan Gading, Kamis (25/7). Mereka sengaja dibawa oleh peternaknya masing-masing untuk diperiksa kesehatannya di 3 titik yang diberi nama Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Ternak.

Di Kabupaten Probolinggo ada 5 koordinator wilayah yang menangani kesehatan hewan. Program ini sudah ada sejak 2 tahun lalu. Setiap korwil membawahi beberapa kecamatan. Kecamatan Gading masuk ke dalam Korwil 2 bersama Kecamatan Krucil dan Tiris.

Koordinator Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Gading Heriyanto mengatakan, Posyandu ternak di Kecamatan Gading baru dibentuk di Desa Sentul. Biasanya setiap desa terpilih akan dibentuk 1 posko. “Tapi kali ini saya bentuk 3 pos sekaligus dalam 1 desa. Semuanya di Dusun Janti,” ungkap pria yang karib disapa Pak Antok ini, Kamis (25/7).

Alasan dibentuknya 3 posko itu karena jumlah sapi yang diternak oleh warga Sentul sangat banyak. Jumlahnya mencapai 400-an ekor dan mayoritas berupa sapi potong jenis limousin.

“Di sini, potensi pakan hijaunya juga melimpah. Cocok untuk sentra peternakan sapi. Hari ini (kemarin, red) kami juga menarget pemeriksaan 60 ekor sapi. Tapi peternak sangat antusias. Yang dibawa sekitar 125 ekor sapi,” tutur warga Kecamatan Dringu ini.

Fasilitas yang diberikan Posyandu mencangkup 4 hal. Yakni inseminasi buatan, pemeriksaan kebuntingan, penanganan gangguan reproduksi, dan pemberian vitamin. Selain itu, petugas dari UPT Puskeswan juga memberikan penyuluhan seputar peternakan.

“Tujuannya agar populasi bisa meningkat. Semakin cepat bunting, cepat lahir, maka populasi semakin tinggi untuk bisa meningkatkan perekonomian bagi peternak,” beber Antok.

Ia mengatakan, sapi baru bisa kawin perdana pada usia 18 bulan. Sementara masa buntingnya selama 9 bulan 10 hari. Setelah melahirkan, 2 bulan kemudian sapi bisa kawin lagi. Semakin tinggi persentase bunting pada sapi, maka semakin cepat mendongkrak persediaan daging sapi potong di Kabupaten Probolinggo.

“Targetnya 1 tahun bisa beranak sekali. Tapi sementara ini sapi peternak lokal baru bisa menghasilkan anak setiap 1,5 tahun sekali. Tapi ini akan kami dorong agar bisa lebih maksimal. Apalagi, ketika sapi sudah beranak 6 kali atau sekitar usia 8 tahun, sudah masuk kategori afkir,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sentul Timbul Sujatmoko mengapresiasi program tersebut. Hal itu dinilai sangat membantu peternak sapi untuk bisa beternak dengan cara baik dan benar.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial saja. Tapi ke depannya digelar rutin. Entah itu 1-2 bulan sekali. Tapi kalau melihat dari kinerja Pak Antok, saya yakin program ini akan berjalan optimal. Karena sebelum dibentuk Posyandu Ternak saja, beliau keliling desa Sentul saban minggu sekali,” ungkap Timbul. (awi/eem)


Bagikan Artikel