Lain-lain

Sekolah Terpaksa Diliburkan

TIRIS – SDN Andungbiru I di Kecamatan Tiris ikut terdampak bencana banjir dan longsor pada Senin (10/12) malam lalu. Lantai kantor dan semua ruang kelas di sekolah itu sampai kemarin (12/12) masih dilapisi lumpur sisa banjir. Karena itu, pihak sekolah memilih meliburkan semua muridnya.  

Lumpur akibat banjir memenuhi halaman SDN Andungbiru I Kecamatan Tiris. Akibatnya, untuk sementara sekolah diliburkan hingga situasi dinyatakan aman. (Beny/Koran Pantura)

SDN Andungbiru I lokasinya hanya beberapa meter dari sungai. Karena itu, saat air sungai meluap, banjir dengan cepat masuk di semua ruang di sekolah tersebut. 

Berdasar pantauan Koran Pantura, upaya bersih-bersih lumpur sisa banjir di sekolah itu masih berlangsung sampai kemarin. Guru dibantu warga setempat kemarin tampak sibuk bersih-bersih.

Selain ruangan yang berlapis lumpur, kamar mandi SDN Andungbiru I juga mengalami kerusakan. Sedangkan tanah di halaman belakang sekolah tersebut juga tergerus arus banjir.

Kepala Sekolah SDN Andungbiru I Gatot Sugianto (57) mengatakan, dalam kondisi ini proses belajar mengajar tidak memungkinan dilakukan. Kantor dan ruang kelas masih penuh dengan lumpur. Karena itu Gatot memilih meliburkan semua muridnya sampai kondisinya benar-benar pulih.

Selain itu, Gatot mengatakan bahwa muridnya banyak yang berasal dari Dusun Lawangkedaton. Padahal, akses jalan di dusun itu terputus karena tertimbun tanah longsor. “Terpaksa saya liburkan sementara, sampai akses jalan yang tertimbun tanah akibat longsor itu sudah aman dan bisa dilewati, ” ujar Gatot.

Menurut Gatot, sebelum bencana banjir dan longsor terjadi, sejumlah 128 siswa telah menjalani hari terakhir ujian semester. Dan Senin itu mendung memang terlihat pekat. Berikutnya, sore sampai malam hari turun hujan deras hingga terjadi banjir dan longsor.

“Syukur saja tidak terjadi sesuatu pada murid saya. Untuk sementara ini, 2 sampai 3 hari terpaksa saya liburkan. Jika kondisinya sudah betul-betul aman, baru semua murid masuk sekolah kembali,” imbuh Gatot.

Sementara, Kordinator Pengawas SD Kecamatan Tiris Hari Sulistiyono (51) mengatakan, sekolah yang terdampak bencana, bisa diliburkan. Sebab, kondisinya memang masih belum aman untuk murid.

“Akses jalan tak bisa dilalui karena longsor. Sementara, ruang kelas masih dibersihkan oleh warga dan pemerintah terkait. Nanti jika sudah betul betul aman dan kondusif, proses belajar mengajar bisa dilanjutkan,” kata Hari Sulistiyono. (ben/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan