Lain-lain

Keberangkatan 10 CJH Tertunda, 7 Terkendala Visa, 3 Sakit

SURABAYA – Pesawat yang membawa CJH kelompok terbang (kloter) 13 dan kloter 14 asal Kabupaten Probolinggo telah bertolak ke Arab Saudi, Rabu (10/7) siang. Namun tidak semua CJH bisa ikut penerbangan tersebut. Ada 10 CJH yang sempat ditunda keberangkatannya karena sakit dan terkendala visa dan paspor.

Pengawas penyelenggaraan Haji tahun 2019 dari Komisi VIII DPR RI H. Hasan Aminuddin mengaku telah menerima informasi dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) terkait tertundanya keberangkatan 10 CJH tersebut. Dari jumlah tersebut, ada 6 CJH yang visanya diproses ulang, serta 1 CJH paspornya tertukar.

“Selain itu ada 3 CJH yang sakit. Satu orang atas nama Saudara Kari asal Kecamatan Bantaran sudah dibawa pulang oleh keluarganya. Saudara Kari ini dari kloter 14. Di kloter ini jamaahnya 443 orang dan petugas kloternya 5 orang,” ujarnya, Jum’at (12/7) siang.

CJH berikutnya adalah Samsudin asal Kecamatan Besuk. Samsudin saat ini sedang dalam proses pulang untuk berobat di Kraksaan. Seorang CJH lainnya yang sakit adalah Subaidah binti Ashad Al Hadjnuh dari Kota Kraksaan. Hasan mengatakan, yang bersangkutan sedang dalam proses pengobatan di RS Haji Sukolilo Surabaya. Keduanya mestinya tergabung di kloter 13 yang terdiri dari 437 CJH dan 5 petugas kloter 5 orang.

“Saya belum mendapat informasi lebih lanjut terkait bagaimana perlakuan terhadap 3 CJH yang sakit ini,” kata suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini.

Selanjutnya Hasan mengungkapkan, ada 7 CJH yang sempat tertunda keberangkatannya karena visa yang diproses ulang. Sejumlah 2 di antaranya adalah Tim Petugas Haji Daerah (TPHD). Yakni H. Sunarmo TPHD dan dr. dr. Dewi Vironica.

“Bapak H. Sumarno tertunda 2 kali. Proses pertama sudah beres. Tapi ketika sudah beres, ternyata paspornya tertukar dengan paspor atas nama Suwarno dari Malang. Sampai saat ini masih belum berangkat,” terang Hasan.

Petugas TPHD lainnya adalah dr. Dewi Vironica. Namun visanya telah rampung diproses. Sehingga yang bersangkutan diberangkatkan melalui kloter 17 yang take off pada Jumat pukul 10.00.

“Dua TPHD ini sama-sama di kloter 13,” sebut Hasan.

Ada dua CJH lagi yang proses visanya telah rampung dan telah diberangkatkan pada Jum’at pukul 10.00 melalui kloter 16. CJH dimaksud adalah Dewi Imani dari kloter 13. Seorang lainnya adalah Suit Sarif Munarti dari Kecamatan Bantaran yang tergabung di kloter 14. Begitu visanya beres, Suit Sarif Munarti diberangkatkan melalui kloter 15 yang take off pada Jum’at pukul 08.00.

“Ada lagi Saudara Sarwana, Saudari Umi Nur Khasani, dan Saudari Supaida. Semuanya dari kloter 13 dan visanya sudah beres dan sudah berangkat,” sebut Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat sekaligus Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta ini.

Hasan berharap kendala yang dihadapi sejumlah CJH asal Kabupaten Probolinggo ini segera selesai. Sehingga CJH bersangkutan bisa menyusul 880 CJH kloter 13 dan 14 yang telah lebih dulu berangkat ke Arab Saudi.

“Kami akan memantau perkembangan para jamaah yang tertunda keberangkatannya ini. Dari 10, sudah ada 6 jamaah yang menyusul. Berarti ada 4 jamaah yang belum berangkat sampai Jum’at siang, termasuk 3 jamaah yang sakit itu,” beber Hasan. (eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan