Lain-lain

ISPA Tertinggi, Hepatitis Nihil


KRAKSAAN – Sepanjang tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menemukan ada 10 jenis penyakit yang cukup populer di tengah masyarakat. Tapi syukur saja, seluruh penyakit itu masuk dalam kategori penyakit biasa. Sedangkan penyakit hepatitis yang sampai marak di Pacitan, disebutkan nihil di Kabupaten Probolinggo.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Probolinggo, dari 10 penyakit yang paling populer atau tren itu, tiga tertingginya ialah penyakit ISPA atau infeksi akut pada saluran pernafasan atas. Jumlah penderita ISPA ada 12.391 kasus baru. Berikutnya penyakit darah tinggi primer dengan 8.044 kasus baru. Disusul penyakit common cold dengan 7.770 kasus baru.

Para staf Dinkes Kabupaten Probolinggo memproses data penyakit dan mengklasifikasi menjadi 10 jenis penyakit populer. (Moh. Ali Ya’lu/Koran Pantura)

“Itu 3 besar penyakit dengan jumlah kasus paling besar. Jumlah kasus itu terhitung sejak bulan 1 Januari hingga 30 Juni kemarin. Kalau kasus penyakit hepatitis A belum kami temukan sepanjang tahun ini,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, kemarin (7/7).

Kata dr Anang, selain 3 besar penyakit tersebut, ada beberapa penyakit lainnya yang cukup mendominasi. Yaitu, penyakit pada jaringan otot dan jaringan pengikat, demam yang tak diketahui sebabnya, nyeri kepala, gastritis dan duodenitis, diare dan gastroenteritis, badan capek dan pegal-pegal. “Yang ke sepuluh itu penyakit alergi kulit,” tutur dr Anang yang merupakan mantan kepala BKKBN.

Menurutnya, dari sekian banyak penyakit tersebut, seluruhnya masih dalam ketegori penyakit biasa yang dialami masyarakat. Namun, untuk penyebabnya, timbul dari berbagai versi. “Bisa karena kelelahan, alergi, atau juga cuaca yang tidak mendukung, dan banyak lagi penyebab lainnya,” jelasnya.

Ia menyampaikan, cuaca yang tak menentu saat ini juga bisa menjadi pemicu lahirnya penyakit dalam tubuh. Jika immune atau daya tahan tubuh menurun, bisa saja terserang salah satu penyakit dari 10 tersebut. “Cuaca itu sangat berpengaruh, apalagi sekarang, cuaca panas tiba-tiba hujan. Kemudian disusul angin kencang di malam hari,” ungkapnya.

Dokter Anang berharap masyarakat lebih giat menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Cara sederhananya dengan makan rutin dan selalu berolah raga setiap hari. “Utamakan jaga kesehatan. Usahakan pakai jaket saat keluar rumah malam hari, dan memakan makanan bergizi,” himbaunya.

Kasus penyakit Hepatitis A sudah banyak terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur seperti Pacitan dan Trenggalek. Namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo mengklaim bahwa Kabupaten setempat aman dari serangan penyakit yang menyerang bagian liver tersebut.

Dokter Anang Budi Yoelijanto mengatakan, penyakit tersebut sangat bisa dihindari oleh masyarakat. Yakni dengan cara memperhatikan segala bentuk makanan dan minuman yang akan dikonsumsinya. Kebersihan rumah pun juga harus terjaga. “Jadi warga tidak lagi menkonsumsi air mentah,” katanya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak terlalu sering membeli makanan di luar rumah, agar bisa meminimalisir penyakit hepatitis menyebar. “Kalau diolah sendiri, dan dijaga sendiri sumber makanannya, Insyaallah sehat. Jadi tidak akan terjangkit penyakit itu,” katanya.

Selain daripada itu, ia juga menyarankan kepada masyarakat agar rajin mencuci tangan. Sebab menurutnya, beberapa penyakit bisa bersumber dari tangannya masing-masing yang tidak bersih. “Cuci tangan setiap mau makan, setiap mau beraktivitas. Jadi agar terhindar dari penyakit,” imbaunya. (yek /ay/iwy)


Bagikan Artikel