Lain-lain

905 CJH Ikuti Manasik Terakhir


GENDING – Sebanyak 905 calon jamaah haji (CJH) dari kloter 13, 14, dan 82 asal Kabupaten Probolinggo, mengikuti manasik haji terakhir di obyek wisata miniatur Kakbah di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Senin (1/7) siang.

Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Santoso mengungkapkan, pelaksanaan manasik ini merupakan rangkaian akhir yang wajib diikuti oleh para CJH. Sebelumnya, CJH telah mengikuti 6 kali manasik, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Petugas haji telah menjelaskan dan mengajak para CJH mempraktikkan rukun haji. Seperti Tawaf, Sa’i, Wukuf, lempar jumrah, dan prosesi ibadah lainnya.

“Manasik haji ini penting bagi CJH karena dapat memberikan pemahaman terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukan dan yang menjadi pantangan selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci Mekkah dan Madinah,” ungkapnya.

Selain memberikan pemaparan terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, Kemenag juga menyosialisasikan proses persiapan keberangkatan para CJH pada 10 Juli mendatang.

“Setidaknya ada 6 titik kumpul yang disediakan panitia ibadah haji. Yaitu di Kraksaan, Paiton, Gending, Tongas, Leces, dan Maron,” sebutnya.

Komposisi CJH tahun ini terdiri dari CJH tahap I sebanyak 833 orang, CJH tahap II sebanyak 46 orang, CJH tambahan sebanyak 15 orang, serta CJH mutasi masuk 20 orang. Ada pula TPHD sebanyak 6 orang, CJH mutasi keluar 10 orang, dan CJH tunda/wafat 4 orang. Dengan demikian, ada sebanyak 905 CJH yang terbagi dalam kloter 13,14, dan 82.

“Untuk kloter 13 dan 14 yang berisikan 890 orang berangkat tanggal 10 Juli mendatang. Sedangkan kloter 82 yang merupakan kloter sapu jagad dan berisikan 15 orang CJH belum ditentukan kapan tanggal berangkatnya,” terang Santoso.

Dari ratusan CJH tersebut, yang termuda adalah Taufik Islamail yang berusia 18 tahun 2 bulan. Sedangkan CJH tertua yakni Maryam, warga Desa Warujinggo, Kecamatan leces yang berusia 88 tahun 5 bulan.

“Khusus untuk calon jamaah haji berusia lanjut, kami sudah menyiapkan sejumlah tenaga pendamping untuk membantu mereka menunaikan rukun Islam kelima itu,” kata Santoso. (tm/eem)


Bagikan Artikel