Lain-lain

Setahun Rehab 1.621 Unit RTLH

PROBOLINGGO – Program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Probolinggo selama tahun 2018 sudah melebihi target. Dari target setahun merehab 1.000 RTLH, namun hingga pertengahan Desember ini telah terealisasi sebanyak 1.621 RTLH.

Rinciannya, sejumlah 413 unit RTLH direhab dengan dana APBD Pemkab Probolinggo, 133 unit dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian PUPR, dan Dana Desa yang dimiliki oleh 325 desa se-Kabupaten Probolinggo.

Realisasi rehab RTLH di salah satu desa disambut gembira bagi mereka yang sebelumnya tinggal di rumah berdinding bambung atau kayu. (Dokumen/Koran Pantura)

“Asumsinya satu desa membangun minimal 3 unit RTLH dalam setahun. Jadi, kalau ditotal, kurang lebih 975 unit dan ditambahkan unit RTLH yang sudah dibangun baik oleh pemda dan kementerian pusat. Jadi totalnya disekitar angka1.621 unit rumah yang sudah dibedah,” terang Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo (Disperkim) Donny Adianto, melalui Kabid Perumahan Hengki C. Putra, Selasa (11/12).

Menurutnya, dengan capaian 1.621 unit RTLH tersebut berarti sudah jauh di atas target yang ditetapkan oleh Pemkab Probolinggo yakni 1.000 unit RTLH per tahun. “Jumlah ini belum ditambah program bedah rumah hasil dari CSR perusahaan yang bermitra dengan Pemkab Probolinggo. Kalau angka pastinya bisa di atas yang saya sampaikan itu,” Hengki.

Melihat tingginya angka realisasi RTLH itu,  Hengki berharap tujuan dari adanya program bedah rumah ini secara signifikan mampu mendongkrak taraf hidup penerima manfaat. “Tentunya swadaya masyarakat tetap ada di dalamnya,  karena nilai dari program RTLH ini yang terbatas. Sehingga tidak serta merta rehab rumah yang diberikan adalah secara menyeluruh melainkan hanya sebagian saja,” katanya.

Ditambahkan Hengki, tahun depan program RTLH ini akan konsiten terus bergulir. Tercata target RTLH yang akan dibangun tahun depan oleh Pemkab melalui Disperkimtan adalah 1.000 unit. Sedangkan dari BSPS Kementerian PUPR  naik menjadi 177 unit.

“Untuk BSPS/RTLH Wisata dan BSPS/RTLH Reguler kami masih mengusulkannya dan menunggu SK Menteri PUPR. Doakan saja di-ACC agar lebih banyak lagi unit RTLH yang bisa dibangun,” tandasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan