Lain-lain

Omat Bantah Menista Agama, Siap Bertemu dengan MUI

PROBOLINGGO – Setelah dinyatakan menista agama melalui postingannya di media sosial, Rahmat Hidayatullah alias Omat (50), buka suara. Pria asal Desa Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo ini mengaku hanya memberi pemahaman tentang Islam.

Omat yang menggunakan nama Ponco Suro di akun facebook-nya, mengatakan hal itu kepada sejumlah wartawan, kemarin (27/6) siang. Ia memberikan klarifikasi setelah postingannya di facebook dinyatakan sesat oleh Bakorpakem Kabupaten Probolinggo. Menurut Omat, status atau postingan yang dia tulis di akun facebook-nya bertujuan dakwah. Dia tidak memiliki tujuan lain, apalagi hendak menyesatkan netizen atau masyarakat medsos.   

 

Bagi Omat, dirinya hanya ingin memberi pemahaman tentang Islam. Sebab, dirinya beragama Islam dan tidak mungkin akan membuat status di luar agama yang dipeluknya. Ia mengunggah status-status seperti itu agar para netizen lebih mengetahui dan mengerti tentang Islam.

Seperti diberitakan sebelumnya, postingan bapak 6 anak tersebut sebelumnya telah menjadi perbincangan warganet. Ia misalnya menulis status “Islam itu bukan ajaran, bukan ilmu, bukan pengetahuan, bukan hukum dan juga bukan agama.” Postingan tersebut diunggah 4 Juni pukul 14.21 dan mendapat reaksi dari para netizen, termasuk MUI Kabupaten Probolinggo.

Namun, pemilik akun Ponco Suro ini mengaku belum dihubungi pihak MUI. Namun, Bakorpakem Kabupaten Probolinggo dalam rakor sebelumnya sudah menyatakan bahwa postingan Ponco Suro itu menyesatkan. Bahkan MUI Kabupaten Probolinggo akan membawa kasus ini ke ranah hukum.  

Sedangkan Rahmat Hidayatullah alias Omat, kemarin mengaku sempat didatangi anggota Polsek Sumberasih dan Polresta. Mereka menanyakan tentang status dan kelompok berupa padepokan. Omat menjelaskan seluruhnya, termasuk pengajian keliling yang diagendakan setiap Rabu malam, beranggotakan 24 orang. “Sudah kami jelaskan semuanya. Pengajian rutinan dan arisan. Isinya ya soal Islam,” katanya.

Terhadap tudingan dirinya tidak shalat, Omat hanya tersenyum. Bahkan ia mengatakan bahwa salah satu anaknya mondok di Ponpes Riyadlus Solihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. “Masak saya sesat dan enggak shalat. Jangan hanya katanya. Monggo ke sini, tanya langsung ke saya. Jangan menfitnah,” tambahnya.

Tentang sejumlah santrinya yang kebanyakan anak muda dan dituding tidak shalat,  Omat menyatakan tidak bisa memaksa santrinya untuk shalat. Sebab, urusan shalat itu hak azasi setiap orang. Apalagi Indonesia, bukan negara Islam. “Shalat atau tidak, itu hak azasi mereka. Negara kita kan bukan negara Islam. Tentang dakwah saya, ya soal ketuhanan. Dalil-dalilnya, kami mengambil dari Alquran,” katanya.

Lalu menurutnya, sejumlah postingannya di facebook merupakan hasil pemikiran dan pemahamannya sendiri. Ia tidak mengutip, meniru hasil pemikiran orang lain. Ia sendiri heran, mengapa dirinya tidak boleh memahami Alquran dengan pikirannya sendiri. “Katanya Allah itu petunjuk. Mengapa harus mengikuti pemikiran orang lain? Saya menggunakan pikiran, rasa dan hati saya sendiri, bukan orang lain,” imbuhnya.

Rahmat kemudian menyitir salah satu ayat Alquran tentang penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, yang di dalamnya terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.

Selanjutnya, saat ditanya apakah bersedia dipertemukan dengan MUI, Rahmat mengiyakan dan tidak ada masalah. “Monggo, kami tidak ada masalah. Biar permasalahan ini cepat selesai dan tidak hanya menjadi fitnah. Kita ini kan sesama muslim. Marilah jangan saling adu domba,” ujarnya.

Rahmat sempat menjelaskan asal muasal nama Ponco Suro. Menurutnya, nama tersebut diketahui saat dirinya berkunjung ke Trowulan, Mojokerto. Ia menemukan nama Ponco Waliko. Kemudian, Rahmat meminta dirinya tidak dipanggil Ponco Waliko, tetapi Ponco Suro.

“Enggak ada makna lain. Ya Ponco Suro saja. Kan menurut teman-teman, apa yang ada di Ponco Waliko itu ada di saya. Saya tidak enak dipanggil seperti itu, akhirnya saya minta dipanggil Ponco Suro,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan