Lain-lain

Bakorpakem Nyatakan Ponco Suro Sesat


KRAKSAAN – Viralnya status kontroversial dalam akun sosmed facebook atas nama Ponco Suro, akhirnya dibahas dalam rapat terbuka Bakorpakem Kabupaten Probolinggo. Dalam rapat kemarin (26/6), Bakorpakem menyatakan akun Ponco Suro itu sesat.

Ketua Bakorpakem Kabupaten Probolinggo Nadda Lubis mengatakan, akun facebook bernama Ponco Suro sudah dinyatakan sesat. Sebab banyak statusnya yang kontroversial dan bisa menyesatkan warganet. Pihaknya akan segera menindaklanjuti agar tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Ya, (status di akun) itu sudah sesat dan melenceng dari agama Islam. Itu harus dihentikan sebelum ajaran sesat itu semakin menjadi-jadi. Sangat berbahaya sekali jika sampai dikonsumsi oleh khalayak dan netizen. Khawatir terjadi sesuai yang fatal di kemudian hari,” tutur Nadda Lubis yang juga adalah Kajari Kabupaten Probolinggo, kemarin  usai rapat.

Sebelumnya, warganet di Probolinggo membicarakan postingan akun facebook atas nama ponco suro. Pada 11 Juni lalu akun tersebut mengunggah postingan yang berbunyi “carilah fakta kebenaran, dari apa yang kau anggap benar, termasuk tentang tuhan.”

Lalu masih pada postingan 11 Juni, pemilik akun menulis bahwa “Allah tidak akan mengampuni dosamu kecuali kau yang mengampuni dosamu. Sedangkan pada postingan tanggal 4 Juni, pemilik akun menulis “Islam itu bukan ajaran, bukan ilmu, bukan pengetahuan, bukan hukum juga bukan agama.” Berikutnya postingan pada tanggal 31 Mei tertulis “dengan dasar apa mengaku Allah itu tuhanmu.”  

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Probolinggo H Yasin menyampaikan bahwa pernyataan Bakorpakem sudah sesuai dengan fatwa MUI. Salah satunya karena status di akun atas nama Ponco Suro itu melakukan penafsiran Alquran yang tidak sesuai dengan kaidah-kaidah tafsir. “Menafsirkan itu ada caranya dan tidak seenaknya begitu saja,” tuturnya.

Ia menyampaikan, akun Ponco Suro itu milik Omat, seorang warga Desa Pohsangit Lor, Kecamatan Sumberasih. Pihaknya akan mendatangi yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi terkait status yang disebarkan di linimasa medsosnya. “Minggu depan kami datangi si pemilik akun,” ujarnya.

Selain itu, kata Yasin, pihaknya akan menyeret yang bersangkutan pada ranah hukum. Itu agar tidak menimbulkan keresahan dan menyesatkan pemahaman masyarakat terhadap postingan yang diunggahnya. “Kami harap warga tidak bertindak anarkis dan mempercayakannya pada aparat penegak hukum,” tandasnya.  (yek/iwy)


Bagikan Artikel