Lain-lain

Harga Bibit Cabai Tembus Rp 50 Ribu

MARON – Memasuki musim kemarau, sebagian besar petani di Kabupaten Probolinggo mulai menggarap sawahnya dengan menanami tembakau. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang juga menanam tembakau dengan tumpang sari tanaman cabai.

Namun, mahalnya bibit cabai membuat M. Ma’ruf (30) menyemai sendiri bibit cabainya. Hal ini untuk mengurangi pengeluaran modal dari usaha bertaninya. “Setiap tahun pasti selalu lebih mahal bibit cabainya dari tembakau, makanya tahun ini saya semai sendiri,” kata warga Desa Satrean, Kecamatan Maron tersebut, Minggu (23/6).

Lelaki yang menyemai bibit cabainya di halaman rumahnya itu juga mengatakan, saat ini harga bibit cabai menembus angka Rp 50 ribu untuk 1.000 buah bibit. Sedangkan, jika bibit tersebut menyemai sendiri ia hanya perlu merawatnya dengan baik tanpa harus mengeluarkan uang untuk mendapatkannya.

“Seumpama ingin menanam 10.000 pohon, untuk bibitnya saja sudah harus mengeluarkan uang Rp 500 ribu, belum lagi nanti perawatan waktu di sawahnya. Makanya saya semai sendiri, perawatannya hanya perlu disiram rutin sekali setiap hari saban sore,” katanya.

Ma’ruf hanya perlu menunggu selama 2 bulan perawatan bibit cabainya tersebut untuk siap ditanam di sawahnya. Sedang pada bulan pertama ia sudah memupuk garapannya itu. “Pemupukan hanya sekali. Jadi pupuknya itu langsung dicampurkan ke dalam air yang akan disiramkan ke bibit cabainya,” jelasnya.

Saat ini bibit cabai semaiannya itu sudah siap untuk ditanam di sawah. “Alhamdulillah sudah tidak usah beli bibitnya. Jadi tidak harus keluar uang, tinggal bibit tembakaunya saja nanti,” katanya. (ay/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan