Lain-lain

APTI Minta Gudang Pastikan Harga Tembakau


KREJENGAN – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Probolinggo meminta agar pemerintah bisa berkomunikasi baik dengan pabrikan rokok dalam hal tata niaga tembakau. Mereka meminta kepastian harga beli gudang.

Ketua APTI Kabupaten Probolinggo Achmad Mudzakir mengatakan, sejauh ini tata niaga tembakau di Kabupaten Probolinggo memang berjalan dengan lancar. Pemkab Probolinggo pun sudah menetapkan luasan tanam tembakau untuk menjaga stabilitas harga jual.

“Sudah ditetapkan luasan tanam maksimal 10.774 hektar tahun ini. Angka itu sama sejak 3 tahun terakhir. Tapi kami tidak memiliki data ril keperluan antara gudang 1 dengan gudang lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, jika pihaknya mengantongi keperluan detail masing-masing gudang, maka petani bisa menganalisasi perkiraaan harga jual tembakau di tingkat petani. Tujuannya agar petani tidak dipermainkan oleh tengkulak.

“Tinggi rendahnya harga jual tembakau itu kan dipengaruhi setidaknya 3 faktor, yaitu faktor persediaan, permintaan dan kualitas tembakau. Nah, jika gudang lebih transparan, maka itu akan disambut baik petani,” papar petani asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan tersebut.

Apalagi, sentra perkebunan tembakau di Jawa Timur saat ini semakin meluas. Sehingga penanganan serius di tata niaga ini juga perlu lebih diperhatikan oleh masing-masing pemerintah daerah.

“Beberapa tahun terakhir ada penambahan daerah yang mulai menanam tembakau. Seperti Nganjuk dan Tuban. Sebelumnya mereka tidak tanam. Di sisi lain, daerah yang sebelumnya menjadi sentra, sampai sekarang tetap tidak beralih pilihan,” beber Mudzakir. (awi/ra)


Bagikan Artikel