Lain-lain

Love Bird Beli Rp 50 Juta, Dijual Rugi Separo Harga

KRAKSAAN – Para peternak burung cinta atau Love Bird di Kabupaten Probolinggo mulai resah. Penyebabnya, harga jual burung yang oleh orang Probolinggo disebut manuk lebet ini anjlok. Kondisi ini diperparah dengan semakin mahalnya harga pakan burung tersebut. Seperti apa?

SALAH seorang peternak sekaligus pedagang burung lebet itu adalah Aan Maskuri, warga Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk. Menurutnya, harga manuk lebet mulai turun sejak sekitar satu bulanan yang lalu. Bahkan menurutnya, jenis Love Bird Parblue atau yang lebih dikenal dengan istilah PB mengalami penurunan harga jual terparah.

“Dulu saya beli Love Bird PB harganya masih Rp 1,7 juta. Sekarang mainnya kisaran Rp 750 ribu. Jadinya sudah sekitar satu jutaan turunnya,” katanya.

Menurutnya, harga burung tersebut anjlok karena adanya beberapa jenis burung yang baru. Tercatat harga love bird jenis Olive rusak karena ada jenis burung lainnya seperti love bird PB dan Blorok. Bahkan harga jenis PB dan Blorok juga rusak karena adanya spesies baru dari jenis burung tersebut yakni Biola.

“Kalau burung setiap ada jenis baru, pasti akan jatuh harga burung yang lama. Bahkan kemarin ada teman saya yang dulu mengaku membeli Love Bird jenis Biola seharga Rp 50 juta, setelah dijual laku Rp 25 juta, kan rugi separuh,” katanya.

Selain karena adanya jenis baru dari burung tersebut, faktor cuaca diperkirakannya juga berperan dalam turunnya harga burung tersebut. “Mungkin karena memasuki musim kemarau, jadi sedikit lebih sulit memeliharanya karena resiko kematiannya semakin tinggi,” paparnya.

Anjloknya harga burung tersebut semakin diperparah dengan harga pakannya yang tergolong tinggi. Hal itu berdampak pada semakin tingginya biaya produksi peternak Love Bird. Harga pakan naik antara Rp 15 ribu-Rp 20 ribu per karung dengan berat 25 kilogram.

“Yang Kenari Seed dari Rp 256 ribu menjadi Rp 275 ribu per karung. Begitu juga yang Milet Putih, dari Rp 237 ribu menjadi Rp 250 ribu. Pokoknya pusing sekarang orang jualan burung ini,” keluhnya. (ay/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan