Lain-lain

Tol Paspro Masih Gratis

LECES – Selama masa libur lebaran 1440 Hijriah, ruas jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) banyak dilalui para pemudik yang hendak pulang kampung. Pada masa puncak arus balik pada H+4 atau 10 Juni lalu, sebanyak 26.348 kendaraan keluar masuk dari 3 gerbang ruas tol Paspro yang tersedia.

Kendaraan yang keluar masuk gerbang tol Tongas sebanyak 1.337 kendaraan. Sedangkan jumlah kendaraan yang keluar masuk gerbang tol Probolinggo barat sebanyak 6.855 kendaraan. Adapun kendaraan yang keluar masuk gerbang tol Probolinggo timur tercatat 18.156 kendaraan.

Banyaknya pengguna jalan tol itu membuat pengelola tol Paspro, yakni PT Trans Jawa Tol Paspro bersama dengan Binamarga dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) melakukan evaluasi terhadap hasil operasional tol Paspro. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penetapan besaran tarif yang akan diberlakukan di jalan tol Paspro.

“Pembahasan berapa besaran tarif yang akan dikenakan masih dikaji oleh Binarmarga dan BPJT. Namun sesegera mungkin akan ada tarif resmi untuk ruas Tol Paspro,” ujar Manajer Pelaksana PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol Sukiran, Selasa (11/6).

Selama masa kajian, untuk sementara waktu tarif tol sepanjang 31,3 kilometer yang menghubungkan Pasuruan-Probolinggo itu akan digratiskan kembali. Setidaknya selama 2 pekan ke depan. “Masa kajiannya kemungkinan butuh waktu antara sepekan hingga dua pekan ke depan,” sebut Sukiran.

Sementara itu Direktur Utama (Dirut) PT. Trans Jawa Tol Paspro Dwi Pratikto mengungkapkan, selama masa arus balik dan mudik, animo pengguna jalan tol Paspro cukup besar. Bahkan di luar prediksi pihaknya.

“Hal inilah yang jadi bahan pertimbangan kami untuk terus melakukan evaluasi terhadap detail pelayanan dan peningkatan kenyamanan kepada penggunan jalan tol. Sehingga ke depannya menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Ia mengatakan, proses penetapan tarif tol Paspro ke Kementerian Pekerjaan Umum saat ini telah diajukan. Bahkan dokumen yang yang dibutuhkan sudah ada di pihak Bina Marga dan BPJT. “Tinggal menunggu SK (Surat Keputusan) penetapan tarif dari Kementerian PU saja. Nanti di situ ditetapkan tarif tol Paspro yang diberlakukan. Senilai berapa dan mulai kapannya akan disampaikan di SK tersebut,” terang Dwi Pratikto.

Secara umum, keberadaan tol Paspro dinilai efektif mampu menjadi pengurai kemacetan di jalur pantura. Namun demikian, tercatat munculnya kemacetan panjang di sepanjang jalur selatan yang bersinggungan langsung dengan gerbang tol Probolinggo timur. Yakni di exit tol Leces.

“Secara umum, selama arus mudik dan balik di Tol Paspro cukup bagus. Arus lalu lintas cukup tinggi. Hanya memang ada penumpukan kendaraan di area exit tol Leces. Namun kami selalu koordinasikan hal tersebut bersama dengan pihak kepolisian untuk menguraikannya,” terangnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan