Lain-lain

Keluhkan Harga Jual Garam Rendah

KRAKSAAN – Masa produksi garam di Kabupaten Probolinggo tahun ini sudah berlangsung sejak awal Mei lalu. Sejak pertengahan Mei, sebagian petambak garam sudah mulai panen perdana. Namun, harga jual garam awal masa panen ini dikeluhkan oleh petambak. Sebab, harganya terbilang rendah jika dibandingkan harga periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ketua Himpunan Masyarakat Petambak Garam (HMPG) Kabupaten Probolinggo Buhar menyebut, harga jual garam di tingkat petani saat ini masih di kisaran Rp 1.000 per kilogram. “Padahal panen perdana tahun lalu start itu kisaran Rp 1.500 per kilogram,” kata Buhar, kemarin (9/6).

Menurutnya, rendahnya harga jual garam itu dikarenakan persediaan garam petambak hasil produksi tahun lalu masih ada. “Mereka menyimpannya di gudang penyimpanan sejak akhir masa produksi garam tahun lalu,” ungkap warga Desa Pajurangan, Kecamatan Gending ini.

Hal ini berbeda dengan kondisi tahun lalu di mana mayoritas petambak sudah menjual habis garamnya jauh hari sebelum masa produksi garam awal musim. “Saya aja masih punya persediaan 150 ton sekarang. Itu belum termasuk asumsi produksi perdana tahun ini,” ungkapnya.

Jika sudah memasuki masa produksi garam, maka persediaan garam petambak akan melimpah. Gudang yang dulunya kosong akan kembali terisi. Tetapi dengan persediaan di gudang yang masih ada, maka tidak ada cara lain bagi petambak selain menjual garam hasil panennya.

“Mau dimasukkan gudang kan kapasitasnya terbatas. Kalau gitu, harga garam diprediksi terus turun seiring banyaknya yang produksi. Tapi kondisi ini tidak hanya terjadi di Probolinggo saja. Di wilayah lain seperti di Madura juga sama,” bebernya.

Kendati demikian, Buhar berharap agar harga jual garam di Kabupaten Probolinggo tidak lebih rendah dari Rp 1.000 per kilogram. Sebab, angka tersebut merupakan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang dihitung olehnya.

“Itu estimasi produksi garam selama 6 bulan. Tapi ada juga perhitungan petambak lain HPP itu Rp 1.500 per kilogram. Pada intinya, petambak berharap harga jual tinggi tahun ini agar petambak tidak rugi,” terangnya. (awi/eem)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan