Lain-lain

Bau, TPS Alun-Alun Kota Dikeluhkan

PROBOLINGGO – Tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di utara alun-alun Kota Probolinggo dikeluhkan. Selain keberadaannya dinilai merusak keindahan kota, TPS berbahan plastik itu juga menyemburkan bau tak sedap. Dampaknya, warung kuliner di sekitar TPS tersebut sepi pembeli.

Salah satu yang mengeluh adalah Ani (39), seorang penjual nasi di pusat kuliner alun-alun utara. Ia yakin pembelinya berkurang karena bau sampah di TPS yang menyengat. Karenanya, Ani meminta pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperhatikan keluhan warga.

Menurut Ani,  keberadaan TPS tidak begitu penting bagi pedagang. Mengingat, yang banyak membuang sampah ke TPS bukan pedagang, melainkan warga. Tidak sedikit warga yang berkendara roda dua dan tiga membuang sampah di TPS. “Tidak tahu warga mana. Yang buang sampah biasanya mengendarai motor,” ujar Ani.

Diakui, pemilik warung juga ada yang mebuang sampah ke TPS, tetapi jumlahnya relatif sedikit. Ani dan pemilik warung lainnya minta TPS itu dipindah.  “Sampah kami sedikit. Cukup sediakan bak sampah ukuran kecil di depan warung. Tidak perlu besar kayak TPS,” pinta Ani.

Hal senada diungkap Mangun (43), penjual soto. Ia  juga minta DLH memindah TPS. Sebab, selain bau, pedagang juga tidak butuh TPS sebesar itu. “Kami jarang membuang ke sana. Lebih banyak masyarakat jauh. Makanya, lebih baik bersihkan TPS itu,” tandasnya.

Mangun berterus terang, petugas DLH setiap hari mengambil sampah di TPS dan diangkut dengan truk. Namun, bak di TPS cepat penuh, karena banyak warga yang membuang sampah.

Kepala DLH Budi Krisyanto saat dikonfirmasi membenarkan kalau yang membuang sampah ke TPS itu kebanyakan warga sekitar. Bahkan ada yang sampahnya diangkut kendaraan roda tiga.

Meski begitu, Budi tidak semerta-merta akan mengabulkan permintaan pemilik warung. Menurutnya, DLH masih akan berkoordinasi dengan OPD terkait soal pemindahan TPS.

Selain itu, Budi masih mencari lokasi sebagai penggantinya. Budi sepakat TPS dipindah, karena memang tidak pantas TPS ditaruh di sana. Apalagi dekat dengan Stasiun Kereta Api. “Sabar ya, kami sepakat memindah TPS itu,” ujar Budi. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan