Lain-lain

32 Jamaah Umroh Asal Sumberasih Terlantar

SUMBERASIH – Sejumlah 32 jamaah umroh asal Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, disebutkan terlantar di Madinah. Karena kondisi itu, pihak keluarga berniat  memperkarakan travel umroh ke kepolisian hari ini.

Hal itu disampaikan Badrus Sholeh (28), salah satu kerabat jamaah umroh yang terlantar di Madinah. Kepada Koran Pantura kemarin (13/5), Badrus mengeluhkan kondisi orang tua dan adiknya yang ditelantarkan.

Menurut Badrus, jamaah umroh yang diikuti orang tua dan adiknya berangkat bersamaan pada 2 Mei lalu. Namun, ternyata jamaah itu dibagi dalam dua kloter. Kloter pertama 14 orang berangkat 2 Mei. Sedangkan kloter dua ada 18 orang, berangkat  6 Mei, dengan alasan kehabisan tiket.

Sejumah 32 jamaah umroh itu berangkat bersama biro travel umroh PT Shabilla Ebaldo Utama. Biro travel ini berada di Sidoarjo. Namun para jamaah tak tahu lewat siapa mereka berangkat. Yang jelas,  mereka membayar DP (Down  Payment) Rp 6,5 juta. Sedangkan total biaya umroh yang dipatok Rp 22,5 juta selama 9 hari.

“Adik saya berangkat duluan, ikut kloter pertama. Orang tua saya kloter kedua. Seharusnya, kloter pertama pulang Kamis (9/5) dan orang tua saya Minggu (12/5). Tapi, ternyata adik saya tidak bisa pulang. Bapak-ibu saya juga nggak bisa pulang, bahkan mereka sempat tertidur di luar hotel,” kata Badrus.

Beruntung kata Badrus, ada travel dari Medan yang menolong. Mereka ditidurkan di losmen. Badrus sempat menghubungi adik dan orang tuanya di Madinah. Dari pengakuan keluarganya, ternyata pendamping dari pihak biro travel sudah menghilang. Terus, selama ini para jamaah umroh membayar sendiri penginapannya.

Atas kondisi ini, keluarga korban berniat melapor ke Polres Probolinggo Kota. “Tetapi kami masih menunggu keterangan bapak yang ada di Arab Saudi. Kalau misalkan tidak ada tiket pulang dan menyuruh untuk meluruskan, baru kita langsung laporan,” terang Badrus. (rul/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan