Lain-lain

Uang Perdin Terlambat, Anggota DPRD Gundah

PROBOLINGGO – Sejumlah anggota DPRD Kota Probolinggo gundah, lantaran belum menerima Uang Perjalanan Dinas (UPD / Perdin). Padahal, perjalanan dinas yang dilakukan komisi I, II dan II ke Jogjakarta, Semarang dan Kabupaten Kulon Progo, sudah dilakukan seminggu yang lalu.

Belum diketahui pasti penyebab UPD belum cair. Padahal, biasanya langsung cair begitu anggota dewan selesai melakukan perjalanan dinas. Tidak jelas apakah ini buntut kinerja Sekretaris DPRD yang tidak maksimal, atau karena memang dananya tidak ada.

“Baru kali ini terjadi. Saya tidak tahu penyebabbya. Saat tanya ke sekwan, macem-macem alasannya,” kata Ketua Komisi II Rano Cahyono, Kamis (9/5) siang.

Menurutnya, semua komisi yang melakukan kunker  ke sejumlah daerah di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta, UPD-nya belum cair. Rano mengaku selama menjadi anggota dewan, UPD tidak pernah terlambat. Begitu tiba di Kota Probolinggo usai kunker, UPD langsung diterima.

Padahal, dirinya dan anggota komisi lainnya sudah menandatangani kwitansi tanda terima UPD. Politisi Golkar ini kemudian meminta sekwan untuk mencairkan dana kunker tersebut, karena menjadi hak anggita dewan.

Naumun, saat ditanya berapa nilainya, Rano enggan menjawab. “Soal angkanya, sampeyan tanya sendiri ke sekwan dan pimpinan dewan,” katanya.

Sedangkan Ketua Komisi II Agus Riyanto membenarkan, pembayaran UPD dari sekwan terlambat. Hanya, dana yang dimaksud sudah cair dan masuk ke rekeningnya kemarin. “Ya memang terlambat. Tapi sebagian sudah ada yang cair. Punya saya sudah cair. Mungkin sudah dicairkan semuanya,” aku Agus kemarin.

Hal senada juga diungkap salah satu anggota Komisi III Hamid Rusdi. Awalnya, Hamid membenarkan kalau hampir 10 hari UPD belum cair. Namun setelah dihubungi kedua kalinya, politikus Partai Gerindra ini mengaku sudah dikirim. “Sudah dikirim barusan. Sudah masuk ke rekening saya. Langsung masuk, cling, begitu sampeyan menutup teleponnya,” ujar Hamid disusul tawa.

Andre PurwoHhartono, anggota DPRD dari PDIP, juga membenarkan kalau UPD-nya belum cair. Tetapi beberapa saat kemudian, ia mengirim WA ke wartawan tersebut. Isinya, memberitahukan kalau uang kunkernya sudah cair. “Sudah cair, barusan,” ujar Andre lewat pesan WA.

Dalam masalah ini, Sekretaris DPRD Kota Probolinggo Warsito membenarkan adanya keterlambatan pembayaran perdin atau UPD. Tetapi ia mengaku tidak tahu mengapa terjadi seperti itu.

Padahal, pihaknya sudah mengajukan dana UPD ke Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan Daerah dan Aset (DPPKA). “Memang belum cair. Tapi kami sudah mengajukan ke DPPKA,” ucapnya ditemui dikantor dewan.

Warsito mengatakan sudah menghubungi DPPKA dan Bank Jatim. Namun, ia belum ada kepastian, kapan UPD tersebut dibayarkan ke anggota komisi. Pihaknya mengaku sistem pembayaran non tunai menjadi salah satu faktor keterlambatan. “Kami besok rapat dengan DPPKA, perbankan, dan dewan. Ya membahas ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghaffur mengatakan, selah satu penyebab terlambatnya pencairan UPD ialah kurangnya personel sekwan. Disebutkan, sekwan saat ini membutuhkan 4 personel.”Kami sudah bersurat ke pemkot soal itu. Mudah-mudahan kekurangan tenaga segera dipenuhi. Agar keterlambatan tidak terjadi lagi,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan