Lain-lain

Ramadan, Wisatawan Bali Beribadah ke Gunung Bromo

KAWASAN wisata gunung Bromo tak seperti biasanya di awal Ramadan tahun ini. Salah satu pembedanya yakni jumlah pengunjung yang menurun. Pengunjung yang datang didominasi dari Bali. Itupun untuk keperluan beribadah.

Aktivitas jeep wisata yang biasa mengangkut wisatawan dari Sukapura menuju kawasan Gunung Bromo cukup sepi, Senin (6/5) dini hari lalu. Hal ini biasa terjadi saat bulan puasa ramadan. Lazimnya, kondisi ini akan terus berlanjut hingga sebulan penuh. Artinya, kunjungan wisatawan akan mengalami penurunan drastis dibanding sebelum puasa kemarin.

Meski demikian, wisatawan yang ke gunung Bromo ini masih ada yang datang. Bukan wisatawan biasa, tapi wisatawan yang memang khusus datang untuk beribadah. Ada beberapa tempat yang biasa dikunjungi wisatawan tersebut. Di antaranya sumber mata air Widodaren. Sumber mata air itu disucikan oleh warga Hindu. Tempat itu menjadi tujuan utama setelah Pura Ponten di kawasan laut pasir gunung Bromo.

Mereka memilih saat puasa Ramadan karena pada hari itu dipastikan sepi. Sehingga dengan kondisi seperti itu akan bisa lebih khusyuk beribadah. “Kalau bulan biasa, apalagi musim liburan seperti kemarin pasti ramai,” jelas Ratna, salah satu ketua rombongan yang datang ke Bromo.

Wisatawan asal Kabupaten Tabanan Bali ini mengaku tidak hanya ke gunung Bromo, tapi ada beberapa tempat lain untuk wisata religi. Di antaranya ke kawasan Senduro di Kabupaten Lumajang hingga ke makam Presiden pertama Indonesia yakni Soekarno di Blitar. “Di Blitar terakhir,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penyedia jasa jeep kawasan gunung Bromo Toha mengakui jika bulan puasa wisatawan yang ke gunung Bromo menurun drastis. “Selama sebulan biasanya ikut puasa, Mas. Jadi libur gak mengangkut wisatawan,” katanya.

Meskipun ada, tapi jumlah pengunjungnya tidak cukup banyak, itupun wisatawan yang berasal dari Bali untuk beribadah. “Jadi hanya untuk destinasi seperti goa Widodaren dan Pura Ponten,” jelasnya.

Wisatawan asal Bali yang datang beribadah mendapatkan perlakukan khusus dari pengelola wisata gunung Bromo. Salah satunya mendapatkan diskon 50 persen untuk tiket lantaran hanya untuk beribadah. Syaratnya hanya memperlihatkan KTP asli pada petugas. (rul/awi)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan