Lain-lain

Festival Kopi 2019 Kabupaten Probolinggo Dimeriahkan V60 Battle


KRAKSAAN – Festival Kopi 2019 Kabupaten Probolinggo hadir dengan sebuah tantangan. Sebanyak 27 Barista (penyeduh kopi) berbakat dari berbagai wilayah Kota Kraksaan dan Probolinggo saling unjuk kepiawaiannya. Mereka mengikuti “V60 Battle” atau penyeduhan kopi secara manual, Sabtu dan Minggu (27-28/4) di Alun-alun Kota Kraksaan.

Para penonton menyambut antusias karena ini pengetahuan baru bagi sebagian dari mereka. Festival Kopi ini diselenggarakan bersama Pameran Expo Pembangunan Visit to Kraksaan (ViTok) tahun 2019. Seperti Festival Kopi sebelumnya, acara disupport oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Probolinggo. Ada H. Zulmi Noor Hasani dan Intan Cahya Kurniasari dan di balik organisasi tersebut.

Panitia menghadirkan beberapa dewan juri kompeten untuk menilai kualitas dan cita rasa seluruh seduhan para peserta V60 Battle tersebut. Yakni Andik Hermawan dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Kabupaten Jember, Dudiek Poli dari PT Perkebunan Nusantara XII, Candra Linton dari EO Rostari Surabaya, serta Agus Santuso dari Asosiasi Kopi Indonesia.

Battle V60 pada babak penyisihan di hari pertama, dibagi menjadi sembilan sesi dengan masing-masing sesi mempertandingkan tiga peserta secara acak. Dari 27 total peserta, tersisa sembilan besar yang nantinya berlaga pada babak semi final dan final pada hari ke dua.

Para juri profesional didatangkan dari Puslitkoka Kabupaten Jember, PT Perkebunan Nusantara XII, EO Rostari Surabaya, dan Asosiasi Kopi Indonesia. (Istimewa)
Para juri profesional didatangkan dari Puslitkoka Kabupaten Jember, PT Perkebunan Nusantara XII, EO Rostari Surabaya, dan Asosiasi Kopi Indonesia. (Istimewa)

“V60 adalah salah satu metode seduh kopi dengan alat seduh (driper) yang bentuknya mirip huruf V dengan derajat kemiringannya 60 derajat. Dibutuhkan ketepatan kuantitas kopi dan suhu air serta kestabilan tetesan air. Oleh karena itu masing-masing peserta akan memunculkan cita rasa yang berbeda meskipun dengan memakai bahan yang sama,” ungkap Andik Hermawan, salah satu dewan juri.

Setiap peserta memiliki waktu 10 menit untuk menghasilkan seduhan kopi yang sebaik-baiknya. Selanjutnya juri akan menilai secara blind testing (acak) hasil seduhan para peserta berdasarkan selera pribadi juri.

Sementara itu, Ketua HIPMI Kabupaten Probolinggo Intan Cahya Kurniasari mengatakan bahwa Battle V60 ini agar teman-teman di hilir  yaitu barista di kedai bisa mempunyai semangat memproses kopi lebih baik lagi. Sehingga akan menghasilkan kopi yang berkualitas.

“Dengan adanya kompetisi V60, diharapkan pelaku kopi di Kabupaten Probolinggo bisa bersaing dengan daerah lain, bisa dikenal di Indonesia bahkan dunia. Diharapkan melalui event ini juga akan ada peningkatan dari kualitas green bean petani di Probolinggo,” ujar Intan. Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi berterimakasih pada X-Pro selaku event organizer yang membuat kreativitas luar biasa pada Festival Kopi 2019 Kabupaten Probolinggo. “Sehingga even ini menjadi ajang promosi dan motivasi bagi pelaku, baik itu pedagang ataupun petani kopi. Tentunya harapan kami bisa berdampak pada geliat perekonomian di Kabupaten Probolinggo,” harapnya. (ra/eem/adv)


Bagikan Artikel